• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Metode penumbuhan karakter. (Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya/Tugu Jatim)

Anggota Dinas Pendidikan Kota Surabaya saat melakukan metode penumbuhan karakter di salah satu SD di Kota Surabaya, Senin (21/11/2022). (Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Ganti Tugas PR Para Siswa, Pemkot Surabaya Terapkan Metode Penumbuhan Karakter

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota Surabaya resmi memberlakukan metode penumbuhan karakter di seluruh sekolah tingkat SD hingga SMP sebagai pengganti tugas pekerjaan rumah (PR) yang dianggap menjadi momok bagi para siswa. Pemberlakuan ini diikuti dengan memangkas jam belajar di sekolah hingga pukul 12.00. Untuk teknis metodenya diserahkan kembali kepada masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, metode penumbuhan karakter tersebut dipastikan tidak mengurangi hak-hak anak, khususnya terkait durasi pembelajaran.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

“Jam efektif untuk mata pelajaran itu tetap kami laksanakan tanpa mengurangi ketentuan yang sudah ditetapkan Kemendikbud, yakni belajar minimal lima jam sehari mulai pukul 07.00-12.00 WIB. Selanjutnya kami arahkan para siswa kepada kegiatan pembelajaran seperti seni, agama, dan lain-lainnya sesuai karakter dan arah mereka,” katanya saat ditemui Tugujatim.id, Senin (21/11/2022).

Yusuf melanjutkan, menurut dia, selain memenuhi hak durasi belajar juga untuk mengurangi potensi siswa mengalami kejenuhan. Selain itu, jam istirahat belajar siswa jadi terpenuhi setiap hari.

Selama masa metode penumbuhan karakter, para guru diminta untuk lebih dekat dan memahami muridnya. Tujuannya agar para pengajar tahu kapasitas, karakter, dan kebiasaan siswanya di dalam dan luar sekolah.

“Kami mengimbau para guru untuk lebih dekat kepada murid-muridnya agar tidak ada siswa yang pendiam dan menyembunyikan sesuatu di catatan atau handphonenya,” jelasnya.

Terkait evaluasi, Yusuf melanjutkan, akan tetap dilakukan selama sebulan sekali. Evaluasi tersebut secara spesifik akan menilai bagaimana kebijakan tersebut diterapkan di suatu sekolah sampai dengan metode pengajaran oleh gurunya.

Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Kota Surabaya Eko Dhono menyampaikan, metode penumbuhan karakter yang dicanangkan Pemkot Surabaya melalui dinas pendidikan itu sangat tepat. Apalagi hampir tiga tahun terakhir, pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring (online) sehingga aktivitas sosial antar siswa dan pengajar berkurang.

“Anak-anak kami menjadi anak yang kurang memahami kosakata dan lifestyle menurun sekali, di situlah tingkat kejenuhan pada anak-anak juga menjadi sangat tinggi,” ucapnya.

Eko menyampaikan, masa penumbuhan karakter bisa jalan lebih dari dua jam. Menurut dia, hal itu bisa menyeimbangkan otak kiri siswa selesai mengikuti pembelajaran efektif selama lima jam. Kebijakan itu dinilainya juga mendukung kurikulum merdeka belajar yang saat ini diberlakukan Pemerintah Indonesia.

“Bisa lebih fresh. Karena kegiatannya bisa diimplementasikan di banyak hal, seperti ekstrakurikuler menyanyi, main band, cheerleader, dan sebagainya,” ujarnya.

Dia juga meminta agar orang tua nantinya tidak terlalu khawatir berlebihan. Kuncinya, dia mengatakan, yakni tetap menjaga komunikasi antara orang tua dan anak.

“Artinya, ada interaksi. Inilah keharmonisan yang otomatis akan terbentuk,” tutupnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniMetode penumbuhan karakterMetode penumbuhan karakter di Kota SurabayaPemkot SurabayaPemkot Surabaya terapkan metode penumbuhan karakterSiswa SurabayaTugas PR siswa Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Ular viper hijau. (Foto: Satpol PP Kabupaten Malang/Tugu Jatim)

Dianggap Mirip Tanaman, Warga Temukan Ular Viper Hijau Nangkring di Taman SDN 4 Kebonagung Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID