• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Metode penumbuhan karakter. (Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya/Tugu Jatim)

Anggota Dinas Pendidikan Kota Surabaya saat melakukan metode penumbuhan karakter di salah satu SD di Kota Surabaya, Senin (21/11/2022). (Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Ganti Tugas PR Para Siswa, Pemkot Surabaya Terapkan Metode Penumbuhan Karakter

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota Surabaya resmi memberlakukan metode penumbuhan karakter di seluruh sekolah tingkat SD hingga SMP sebagai pengganti tugas pekerjaan rumah (PR) yang dianggap menjadi momok bagi para siswa. Pemberlakuan ini diikuti dengan memangkas jam belajar di sekolah hingga pukul 12.00. Untuk teknis metodenya diserahkan kembali kepada masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, metode penumbuhan karakter tersebut dipastikan tidak mengurangi hak-hak anak, khususnya terkait durasi pembelajaran.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

“Jam efektif untuk mata pelajaran itu tetap kami laksanakan tanpa mengurangi ketentuan yang sudah ditetapkan Kemendikbud, yakni belajar minimal lima jam sehari mulai pukul 07.00-12.00 WIB. Selanjutnya kami arahkan para siswa kepada kegiatan pembelajaran seperti seni, agama, dan lain-lainnya sesuai karakter dan arah mereka,” katanya saat ditemui Tugujatim.id, Senin (21/11/2022).

Yusuf melanjutkan, menurut dia, selain memenuhi hak durasi belajar juga untuk mengurangi potensi siswa mengalami kejenuhan. Selain itu, jam istirahat belajar siswa jadi terpenuhi setiap hari.

Selama masa metode penumbuhan karakter, para guru diminta untuk lebih dekat dan memahami muridnya. Tujuannya agar para pengajar tahu kapasitas, karakter, dan kebiasaan siswanya di dalam dan luar sekolah.

“Kami mengimbau para guru untuk lebih dekat kepada murid-muridnya agar tidak ada siswa yang pendiam dan menyembunyikan sesuatu di catatan atau handphonenya,” jelasnya.

Terkait evaluasi, Yusuf melanjutkan, akan tetap dilakukan selama sebulan sekali. Evaluasi tersebut secara spesifik akan menilai bagaimana kebijakan tersebut diterapkan di suatu sekolah sampai dengan metode pengajaran oleh gurunya.

Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Kota Surabaya Eko Dhono menyampaikan, metode penumbuhan karakter yang dicanangkan Pemkot Surabaya melalui dinas pendidikan itu sangat tepat. Apalagi hampir tiga tahun terakhir, pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring (online) sehingga aktivitas sosial antar siswa dan pengajar berkurang.

“Anak-anak kami menjadi anak yang kurang memahami kosakata dan lifestyle menurun sekali, di situlah tingkat kejenuhan pada anak-anak juga menjadi sangat tinggi,” ucapnya.

Eko menyampaikan, masa penumbuhan karakter bisa jalan lebih dari dua jam. Menurut dia, hal itu bisa menyeimbangkan otak kiri siswa selesai mengikuti pembelajaran efektif selama lima jam. Kebijakan itu dinilainya juga mendukung kurikulum merdeka belajar yang saat ini diberlakukan Pemerintah Indonesia.

“Bisa lebih fresh. Karena kegiatannya bisa diimplementasikan di banyak hal, seperti ekstrakurikuler menyanyi, main band, cheerleader, dan sebagainya,” ujarnya.

Dia juga meminta agar orang tua nantinya tidak terlalu khawatir berlebihan. Kuncinya, dia mengatakan, yakni tetap menjaga komunikasi antara orang tua dan anak.

“Artinya, ada interaksi. Inilah keharmonisan yang otomatis akan terbentuk,” tutupnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniMetode penumbuhan karakterMetode penumbuhan karakter di Kota SurabayaPemkot SurabayaPemkot Surabaya terapkan metode penumbuhan karakterSiswa SurabayaTugas PR siswa Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Ular viper hijau. (Foto: Satpol PP Kabupaten Malang/Tugu Jatim)

Dianggap Mirip Tanaman, Warga Temukan Ular Viper Hijau Nangkring di Taman SDN 4 Kebonagung Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID