• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sidang tragedi Kanjuruhan.

Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Devi Athok memberikan tanggapan soal sidang perdana kasus Tragedi Kanjuruhan pada Senin (16/01/2023). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Sidang Tragedi Kanjuruhan Digelar Tertutup, Keluarga Korban Ungkap Kekecewaan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Kriminal
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sidang Tragedi Kanjuruhan digelar tertutup di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (16/01/2023), membuat keluarga korban mengungkapkan kekecewaannya. Padahal, kasus pada 1 Oktober 2022 yang menewaskan 135 korban jiwa itu bukanlah kasus asusila.

Salah satu keluarga korban yang mengungkapkan kekecewaan soal sidang Tragedi Kanjuruhan yang digelar tertutup bernama Devi Athok. Dia telah kehilangan dua anak dan mantan istrinya yang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan.

You might also like

Siswi MTs di Pasuruan.

Siswi MTs di Pasuruan Dirujuk ke RSJ Lawang usai Diduga Tusuk Temannya, Polisi Dampingi Pemeriksaan Psikologis 

03/06/2026 10:00 AM
Pemuda Pasuruan.

4 Pemuda Pasuruan Diduga Aniaya 2 Anak di Bawah Umur, Polisi Ungkap Motifnya!

30/05/2026 6:31 PM

Dia mengaku heran dengan proses hukum sidang Tragedi Kanjuruhan yang digelar tertutup. Devi pun mengatakan keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan tampaknya memang sulit didapatkan.

“Kami tidak boleh datang, media tidak boleh mengekspos. Ada apa keadilan di negeri ini. Apa ini kasus asusila. Ini kan tragedi yang bukannya tidak boleh diekspos,” ucapnya.

Menurut dia, sejumlah keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pernah memohon agar persidangan bisa disiarkan secara live di televisi agar bisa mengikuti meski tak hadir ke Surabaya.

“Kalau lihat dinamika yang ada, kami tidak boleh menghadiri, persidangan tertutup dan tidak boleh disiarkan media secara langsung. Ini kan pembodohan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Devi Athok satu-satunya keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang merelakan kedua anaknya diotopsi. Dia mengaku belum bisa menaruh kepercayaan secara penuh atas penegakan hukum di Indonesia.

“Kami tidak boleh melihat langsung, masyarakat tidak bisa mengikuti dan pasal yang dikenakan hanya itu (pasal kelalaian). Kan ini saya jadi tidak percaya dengan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap majelis hakim PN Surabaya menetapkan keputusan berdasarkan hati nurani.

“Kalau masih kurang adil, coba bertukar posisinya dengan saya sebagai ayah korban,” ujarnya.

Tags: Artikel tragedi Stadion KanjuruhanBerita korban tragedi KanjuruhanBerita Kota Malang hari iniBerita Kota Surabaya hari iniBerita Sidang Tragedi KanjuruhanBerita update tragedi Stadion KanjuruhanKota Malang hari iniKota Surabaya hari inisidang tragedi kanjuruhanSidang Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Siswi MTs di Pasuruan.

Siswi MTs di Pasuruan Dirujuk ke RSJ Lawang usai Diduga Tusuk Temannya, Polisi Dampingi Pemeriksaan Psikologis 

by Dwi Linda
03/06/2026 10:00 AM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Proses penyelidikan kasus dugaan penusukan siswi MTs di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, terus bergulir. Siswi MTs di...

Pemuda Pasuruan.

4 Pemuda Pasuruan Diduga Aniaya 2 Anak di Bawah Umur, Polisi Ungkap Motifnya!

by Dwi Linda
30/05/2026 6:31 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Dugaan kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kota Pasuruan. Kali ini empat...

Perkosa.

Remaja di Malang Diduga Perkosa Teman saat Tidur Pulas, Polisi Periksa Saksi-Saksi 

by Dwi Linda
30/05/2026 4:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Insiden dugaan pemerkosaan menimpa seorang remaja berinisial SA, 18, warga Kota Malang, pada Sabtu dini hari (23/05/2026),...

Surabaya

Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Pembuat STNK Palsu

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 6:11 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Jatanras Polrestabes Surabaya bongkar pembuatan STNK Palsu yang dijual melalui media sosial Facebook. Dari tangan pelaku, polisi...

Next Post
KPU Tuban.

Petakan TPS Pemilu 2024, KPU Tuban Proyeksikan 3.917 Lokasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID