• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Boneka Teru Teru Bozu yang dipercaya bisa tangkal hujan. (Foto: Wikipedia)

Boneka Teru Teru Bozu yang dipercaya bisa tangkal hujan. (Foto: Wikipedia)

Mengenal Teru Teru Bozu, Boneka Unik Khas Jepang yang Dipercaya Bisa Tangkal Hujan

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Di Jepang, ada salah satu kepercayaan yang melekat di masyarakatnya, yaitu sebuah boneka yang dipercaya dapat menangkal atau mendatangkan hujan. Namanya “Teru Teru Bozu”. Yakni boneka tradisional yang terbuat dari kain berwarna putih dengan kepala gundul yang digantung di atap atau jendela rumah.

Teru Teru Bozu biasanya dibuat sehari sebelum adanya acara atau hendak berpergian, tujuannya agar keesokan hari cuaca cerah dan tidak hujan, boneka ini dipasang dengan kepala di atas.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Namun sebaliknya, jika boneka ini dipasang dengan kepala ada di bagian bawah, menunjukan pemasangnya ingin agar hujan turun.

Kisah Boneka Teru Teru Bozu

Suatu ketika ada hujan lebat yang diiringi sambaran petir. Saat itu tiba-tiba muncul suara dari langit yang memperingatkan bahwa kota akan segera tenggelam jika seorang gadis muda cantik tidak keluar rumah.

Saat itu, ada seorang gadis yang berani menampakan diri. Ia dikorbankan dan keluar rumah dengan membawa sapu sebagai simbol bahwa ia akan menyapu hujan dari langit. Gadis itu diketahui bernama So-Chin-Nyan atau Souseijou.

Untuk mengingat pengorbanan gadis ini, gadis-gadis lain membuat sosok gadis tersebut dari potongan kertas tisu atau kain lalu digantung di luar atau di dekat jendela guna menangkal hujan.

Namun ada versi lain yang menceritakan sejarah Teru Teru Bozu. Di mana boneka sebenarnya berasal dari Tiongkok. Boneka ini menyerupai gadis kecil yang membawa sapu, dan disebut dengan soseijo.

Boneka itu kemudian dibawa ke Jepang pada zaman Heian. Saat masuk ke Jepang, ada perubahan bentuk dari gadis kecil menjadi bozu atau biksu Buddha. Penyesuaian ini dilakukan kerena di Jepang para biksu melakukan ritual yang berkaitan dengan cuaca seperti permohonan hujan atau cuaca cerah.

Pada zaman dahulu, boneka ini juga dipercaya masyarakat Jepang bisa untuk mengusir roh jahat yang disebut Nanten. Karena itu, boneka ini biasanya digantung di pohon.

Ketika cuaca menjadi cerah, orang-orang akan menggambar mata dan mulut pada boneka. Kemudian sake dituangkan ke kepala boneka lalu boneka dilabuhkan ke sungai.

Cara Membuat Teru Teru Bozu

Siapkan tisu atau kain berwarna putih. Bentuk tisu atau kain hingga menjadi bulat seperti bola. Bagian ini akan digunakan untuk Teru Bozu.

Selanjutnya, tutup bola tersebut dengan tisu atau kain lagi. ikat menggunakan tali di bagian bawa kepala Teru Bozu. Kamu bisa mata serta mulutnya.

Kemudian, boneka siap digantung. Saat inilah anak-anak di Jepang biasanya akan menyanyikan lagu berjudul Teru Bozu untuk menyemarakkannya, dan jika diartikan liriknya, maka seperti berikut,

“Teru Teru Bozu, jadikan hari esok menjadi cerah, seperti langit dalam mimpi di suatu waktu, jika esok cerah aku akan memberimu lonceng emas.
Teru Teru Bozu, jadikan hari esok menjadi cerah, jika kau mengabulkan keinginanku, kita akan minum anggur beras manis yang banyak.
Teru Teru Bozu, jadikan hari esok menjadi cerah, tapi jika awan menangis, aku akan memotong kepalamu”. (Mila Arinda/gg)

Tags: bonekaBudayaJepangunik
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Kebakaran di rumah Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (15/3/2021). (Foto: UPT Damkar Kota Malang) kebakaran kota malang

Kebakaran Lalap 1 Rumah di Malang, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID