• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kisah ‘Si Budi Kecil’ di Malang, Giat Berburu Rezeki di Makam Kutobedah

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Featured, News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Tak sekadar lirik lagu, kisah ‘Si Budi Kecil’ dalam lagu Iwan Fals berjudul Sore Tugu Pancoran itu seolah kembali hidup, kembali menyeruak dalam realitas sosial masa kini. Kali ini, kisah Si Budi Kecil seakan melekat pada bocah kecil asal Malang, Dian Kurniawan (8). Dian, kerap kali berusaha mencari pundi-pundi rezeki dengan cara membantu peziarah membersihkan makam di Makam Kutobedah, Malang. Terutama saat bulan Ramadan tiba.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Ya, tradisi nyekar atau ziarah tabur bunga di makam leluhur menjadi tradisi orang Jawa yang terus berlangsung hingga hari ini. Tradisi itu selain dianggap membawa berkah, juga membawa rejeki bagi sebagian orang. Seperti halnya dialami para Juru Bersih Makam.

Juru Bersih Makam di Kota Malang, khususnya di TPU Kutobedah sudah jadi pemandangan biasa. Terlebih, di musim-musim tradisi nyekar seperti di jelang Bulan Suci Ramadan. Juru Bersih Makam kebanyakan adalah warga sekitar pekuburan yang menggantungkan rejeki dadakan dari keluarga para peziarah.

Tak hanya pria dewasa, kadang di momen-momen tertentu, juru makam bersih dadakan di TPU yang terletak di Kecamatan Kedungkandang ini juga dilakoni oleh anak-anak kecil. Mayoritas dari bocah-bocah ini biasanya datang dari latar belakang keluarga menengah ke bawah.

Seperti diakui bocah bernama Dian Kurniawan ini. Ia memang masih duduk di bangku kelas 5 SD, tapi semangatnya mencari nafkah sudah terdidik sejak dini.

”Ya cari uang, buat jajan,” ujarnya polos sambil terkekeh.

Bocah cilik ini mengaku sudah melihat peluang rejeki ini sedari duduk di bangku kelas 2 SD. Asalnya juga dari kampung sekitar. Di tengah era teknologi dan peradaban canggih saat ini, Dian terbilang anak kecil yang gigih dan pekerja keras jika dibandingkan dengan generasi muda beruntung sebayanya.

Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Sudah sering sejak kelas 2 SD. Sore-sore gini pasti lari ke sini (kuburan) iseng nyari rezeki. Apalagi pas mau bulan puasa ini rame-ramenya,” kata dia.

Bermodal arit, sapu lidi dan semangat, dalam sehari bocah ini mengaku bisa mendapat rejeki antara Rp 50 hingga 100 ribu. Apalagi di saat momen-momen tradisi nyekar dilakukan seperti di jelang datangnya bulan puasa atau malam Jumat Legi, misalnya.

”Ini tadi sehari sudah dapat Rp 80 ribu, bersihin 5 makam. Kalau upahnya ya seikhlasnya orangnya, kadang dapat Rp 10 ribu, pernah juga dikasih Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Selain dia, ada juga puluhan juru bersih makam cilik dadakan lainnya. Di antara mereka, juga ada yang berusia tua maupun masih muda. Di balik berkahnya sebuah tradisi dan sucinya bulan ramadan ini, ternyata berbuah manis juga bagi umat manusia sekitarnya.

Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Yonathan Priagung, salah satu korban gempa asal Dampit, Kabupaten Malang yang kini harus tinggal di tenda sementara lantaran rumahnya retak. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dilema Korban Gempa Malang: Rumah Harus Dirobohkan, Tak Tahu Kapan Dibangun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID