• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kisah ‘Si Budi Kecil’ di Malang, Giat Berburu Rezeki di Makam Kutobedah

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Featured, News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Tak sekadar lirik lagu, kisah ‘Si Budi Kecil’ dalam lagu Iwan Fals berjudul Sore Tugu Pancoran itu seolah kembali hidup, kembali menyeruak dalam realitas sosial masa kini. Kali ini, kisah Si Budi Kecil seakan melekat pada bocah kecil asal Malang, Dian Kurniawan (8). Dian, kerap kali berusaha mencari pundi-pundi rezeki dengan cara membantu peziarah membersihkan makam di Makam Kutobedah, Malang. Terutama saat bulan Ramadan tiba.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Ya, tradisi nyekar atau ziarah tabur bunga di makam leluhur menjadi tradisi orang Jawa yang terus berlangsung hingga hari ini. Tradisi itu selain dianggap membawa berkah, juga membawa rejeki bagi sebagian orang. Seperti halnya dialami para Juru Bersih Makam.

Juru Bersih Makam di Kota Malang, khususnya di TPU Kutobedah sudah jadi pemandangan biasa. Terlebih, di musim-musim tradisi nyekar seperti di jelang Bulan Suci Ramadan. Juru Bersih Makam kebanyakan adalah warga sekitar pekuburan yang menggantungkan rejeki dadakan dari keluarga para peziarah.

Tak hanya pria dewasa, kadang di momen-momen tertentu, juru makam bersih dadakan di TPU yang terletak di Kecamatan Kedungkandang ini juga dilakoni oleh anak-anak kecil. Mayoritas dari bocah-bocah ini biasanya datang dari latar belakang keluarga menengah ke bawah.

Seperti diakui bocah bernama Dian Kurniawan ini. Ia memang masih duduk di bangku kelas 5 SD, tapi semangatnya mencari nafkah sudah terdidik sejak dini.

”Ya cari uang, buat jajan,” ujarnya polos sambil terkekeh.

Bocah cilik ini mengaku sudah melihat peluang rejeki ini sedari duduk di bangku kelas 2 SD. Asalnya juga dari kampung sekitar. Di tengah era teknologi dan peradaban canggih saat ini, Dian terbilang anak kecil yang gigih dan pekerja keras jika dibandingkan dengan generasi muda beruntung sebayanya.

Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Sudah sering sejak kelas 2 SD. Sore-sore gini pasti lari ke sini (kuburan) iseng nyari rezeki. Apalagi pas mau bulan puasa ini rame-ramenya,” kata dia.

Bermodal arit, sapu lidi dan semangat, dalam sehari bocah ini mengaku bisa mendapat rejeki antara Rp 50 hingga 100 ribu. Apalagi di saat momen-momen tradisi nyekar dilakukan seperti di jelang datangnya bulan puasa atau malam Jumat Legi, misalnya.

”Ini tadi sehari sudah dapat Rp 80 ribu, bersihin 5 makam. Kalau upahnya ya seikhlasnya orangnya, kadang dapat Rp 10 ribu, pernah juga dikasih Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Selain dia, ada juga puluhan juru bersih makam cilik dadakan lainnya. Di antara mereka, juga ada yang berusia tua maupun masih muda. Di balik berkahnya sebuah tradisi dan sucinya bulan ramadan ini, ternyata berbuah manis juga bagi umat manusia sekitarnya.

Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Yonathan Priagung, salah satu korban gempa asal Dampit, Kabupaten Malang yang kini harus tinggal di tenda sementara lantaran rumahnya retak. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dilema Korban Gempa Malang: Rumah Harus Dirobohkan, Tak Tahu Kapan Dibangun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID