• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Korban keracunan massal.

Haniyah, korban keracunan massal, setelah pulang dari Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya. (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Kisah Haniyah, Alami Trauma Pasca Jadi Korban Keracunan Massal di Surabaya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Salah satu warga Surabaya bernama Haniyah tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena tidak kuat menahan perutnya yang kesakitan Jumat (30/07/2023), sekitar pukul 04.00. Ya, dialah salah satu korban keracunan massal di Surabaya saat itu.

“Pas Subuh, merasakan muntah, mual, berak, perut sakit sampai pukul 09.00. Kalau nggak salah sudah dua puluh kali (BAB). Sampai saya ke kamar mandi nggak bisa jalan. Kayak di lantai itu nggak kuat, akhirnya kececeran,” kata Haniyah.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Mendengar kabar bahwa para tetangga juga merasakan hal yang sama, ditambah rasa sakit yang tidak kunjung mereda akhirnya keluarganya menuju puskesmas terdekat, Tanah Kalikedinding, untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Anak saya ngasih tahu kalau warga di sini juga pada sakit semua. Pas Magrib ada ambulans yang masuk, terus ada petugas kesehatan yang memeriksa akhirnya saya dibawa ke Puskesmas Kalikedinding,” imbuhnya.

Baca Juga: Maling Motor Berkeliaran di Bangil Pasuruan, Wanita asal Pogar Jadi Korban saat Beli Busana Muslim

Dengan mata terpejam sembari memegang perutnya, Haniyah menceritakan kembali bagaimana dia menahan rasa sakitnya.

“Kalau ada kayak gini lagi, gimana ya trauma. Sampai kemarin saya tuh sampai berpikiran. Ya Allah, kenapa nggak sekalian mati. Saking saya nggak kuat menahan sakit,” ucapnya.

Sedikit lega, bahwa putranya yang masih berusia 10 tahun ikut menjadi korban keracunan massal tidak memiliki kondisi berat sehingga bisa menjalani rawat jalan di rumah.

“Ada anak saya yang kecil, umur 10 tahun tapi dia rawat jalan sudah sembuh,” tuturnya.

Haniyah hanya bisa terlentang lemas dan beristirahat di atas bangsal Puskesmas Tanah Kalikedinding sejak Jumat malam (29/06/2033) hingga Senin (03/07/2023).

“Sekarang sudah pulang, tapi masih lemas dan berak sudah agak mending tapi kalau minum atau makan masih ndak kuat, pusing,” ungkapnya.

Baca Juga: Update Kasus Keracunan Massal, Seluruh Korban di Puskesmas Tanah Kelikedinding Surabaya Pulang, Tersisa 15 Orang di RS

Dia tidak menyangka, hanya hitungan beberapa jam setelah asyik menyantap sate justru hal tak terduga terjadi. Tidak hanya menimpa dirinya, tapi juga sebagian besar orang-orang di lingkungan rumahnya.

Malam hari sebelumnya, dia merasa senang dapat menikmati olahan makanan daging kurban bersama dengan para tetangga. Guyup rukun dan kompak, menurut dia, sudah menjadi ciri khas dari warga yang tinggal di Kalilom Lor Gang Seruni II, Kenjeran Surabaya. Kekompakan itu tertular bukan hanya ketika senang, tapi juga saat susah.

“Saya akui, kalau ada yang sakit dan lahiran pasti pada bantu,” jelasnya.

Padahal, kegiatan masak dan makan bersama di perayaan Hari Raya Iduladha selalu dinantikan setiap tahun oleh para warga setempat. Namun, setelah adanya kejadian seperti ini tampaknya cukup menciptakan rasa trauma untuk kembali menggelar kegiatan yang serupa di tahun mendatang.

“Kan sehabis kurban, disembelih dibagikan ke warga habis itu ada sisa daging untuk masak-masak dan makan bersama. Biasanya memang gitu. Alhamdulillah, sudah 20 tahunan berjalan,” bebernya.

Dari pengakuannya, sebagian besar warga yang jadi korban keracunan massal mengalami sakit setelah mengonsumsi sate dengan bumbu jadi dari juru masak.

“Biasanya itu, kalau ada masakan gini dimasak bareng-bareng. Tapi kemarin tidak, jadi di-handle satu orang. Setelah bumbu jadi, dia panggil ibu-ibu yang lain untuk iris daging dan tusuk sate gitu. Bumbu dia yang handle. Daging juga kami bagikan ke Seruni Gang 1,” jelas Haniyah.

Hal ini juga selaras dari pengakuan Agus Suyono, ketua RT 12 RW 04, yang memaparkan laporan warga. Di mana sebagian besar korban keracunan massal mengalami sakit setelah makan sate hewan kurban.

“Kalau dari laporan warga kebanyakan setelah makan sate. Tapi, kami kan belum tahu dari daging atau bumbunya. Makanya kami butuh data yang akurat,” ujarnya.

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniDaging kurban di SurabayaKeracunan massal di SurabayaKorban kasus keracunan massal di SurabayaKota Surabaya hari iniUpdate keracunan massal SurabayaWarga Surabaya keracunan daging kurban
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Wisata Mojokerto.

Cuti Bersama Iduladha, Pengunjung Wisata Mojokerto Naik 50 Persen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID