• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pohon Natal yang dibuat oleh mahasiswa arsitektur dari Universitas Kristen Petra Surabaya. Foto: Agustin for Tugu Jatim

Pohon Natal yang dibuat oleh mahasiswa arsitektur dari Universitas Kristen Petra Surabaya. Foto: Agustin for Tugu Jatim

Sambut Natal, Prodi Arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya Bikin Pohon Natal dari Sampah Daur Ulang

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Semangat Natal 2023 mulai ditunjukkan melalui berbagai ornamen. Salah satunya pohon natal yang selalu hadir menghiasi berbagai sisi tempat, tak terkecuali di halaman Universitas Kristen Petra Surabaya.

Pohon natal setinggi lima meter berdiri tegak di Entrace Hall lantai 1 Petra Christian Univercity (PCU). Uniknya, pohon natal ini terbuat dari bahan kresek dan bekas maket mahasiswa jurusan arsitektur.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Kepala Studio Merancang 1 Prodi Arsitektur PCU, Christine Wonoseputro mengatakan bahwa tema dari pohon natal ini bernuansa Tionghoa dalam kebhinnekaan. Tak ayal, dalam wujudnya, pohon natal yang dibuat oleh sekitar 60-an mahasiswa arsitektur ini berlatar warna merah. Warna yang khas dengan Natal dan Tionghoa.

Selain itu, kedua unsur ini menyatu melalui ornamen-ornamen yang tertempel di pohonnya. Seperti lampu natal dan kipas bambu khas negara Cina.

Lalu, pada pemilihan warnanya juga didominasi oleh merah, putih, pink, kuning, dan coklat muda. Khas sentuhan Tionghoa.

Sementara itu, yang paling menonjol adalah penggunaan bahan dasar pada pohon natal ini memakai kantong plastik atau masyarakat pada umumnya menyebut kantong kresek.

Christine mengatakan, memilih kresek sebagai bahan dasar dilatar belakangi kekhawatiran saat melihat banyak anak didiknya selalu membawa kantong kresek sebagai tempat menyimpan barang.

“Kenapa kalau kita tahu anak arsitek itu kerjanya begadang, bawa kertas besar terus dimasukin kresek, penggaris segala macam besar-besar itu dimasukkan pakai kresek. Kertasnya dikumpulin, kreseknya ditinggal sama mereka. Saya melihat kok banyak kresek,” kata Christeine, pada Sabtu (16/12/2023).

Lantas, jika dari segi pemilihan tema yang menghubungkan etnis Tionghoa. terutama menggunakan pita pompom atau kain berbentuk seperti bunga mawar yang merupakan penanda pernikahan orang Tionghoa. Sama halnya Natal, keduanya menjadi simbol kebahagiaan, keberuntungan, juru selamat, dan suka cita.

“Lalu ntah bagaimana imajinasi saya membayangkan mungkin kalau teman-teman tahu, dalam tradisi Tionghoa terutama pernikahan itu menandakan bahwa rumah itu mengalami kebahagiaan atau hajatan, kalau di orang Jawa janur melengkung, kalau orang Tionghoa pasang kain merah lalu ujungnya selalu ada pita pompom kayak kain yang dibentuk seperti bunga mawar, saya terbayang itu untuk satu simbol kebahagiaan yang dipasang di satu rumah,” ucapnya.

Total bahan yang digunakan untuk membuat pohon natal setinggi lima meter ini yakni kresek bekas dan ditambah 10 pak kresek. Lalu, 183 kipas kertas dan 205 lampion merah sebagai ornamen.

“Kita menggunakan 10 pak kresek. Saya minta mereka untuk bawa kresek dari rumah yang biasa mereka bawa untuk barang-barangnya tapi akhirnya kita tetap harus nambah karena pohonnya sebesar ini. Pengerjannya satu hari, jam delapan pagi selesai jam enam sore,” pungkasnya.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari iniSurabayauniversitas kristen petrauniversitas kristen petra surabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
AC Majapahit Lolos 28 Besar Liga 3 Jatim, Ini Calon Lawan Laskar Guntur Geni

AC Majapahit Lolos 28 Besar Liga 3 Jatim, Ini Calon Lawan Laskar Guntur Geni

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID