• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
UMKM

30 pelaku usaha UMKM di Kota Malang saat mengikuti pelatihan bisnis berplatform digital serta media sosial di Ngalup.co, Sabtu (5/9). (Foto: AZM)

30 UMKM di Malang Dapat Fasilitas Digital Branding dari Ngalup.co

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Bisnis, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Pandemi COVID-19 cukup berpengaruh terhadap sektor perekonomian termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah). Sebagai contoh, di Kota Malang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor bisnis bahkan mengalami penurunan hingga 20,78 persen. Dari sini peta bisnis mulai banyak bertransformasi secara daring (dalam jaringan) alias online.

Hal ini diperkuat dengan data Nielsen pada bulan Maret 2020 menyebutkan 30 persen konsumen lebih sering melakukan pembelian daring. 50 persen konsumen juga memilih layanan pesan antar dalam keseharian mereka di masa pandemi.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM

Baca Juga: Ansu Fati, Striker Muda Barcelona Pemecah Rekor 95 Tahun Timnas Spanyol

Nah dalam bisnis online, brand image menjadi kunci kesuksesan sebuah usaha. Maka dari itu, pebisnis rupanya harus mulai melirik membangun sistem digital agent usahanya sebagai adaptasi di masa kebiasaan baru ke depan.

Membantu di masa pemulihan ini, Ngalup Co-working Space meluncurkan program dengan tajuk ‘Digarap.in’. Program ini menyasar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Malang melakukan pengembangan produknya di ranah online.

Total ada sebanyak 30 UMKM di Kota Malang mendapat fasilitas digital branding lewat program ini. Para peserta diajari untuk mengaktivasi brand dan mengoptimalkan bisnis melalui platform digital serta media sosial di Ngalup.co, Sabtu (5/9).

Baca Juga: Pencemaran Mikroplastik Sungai Brantas Tinggi, Didominasi Limbah Rumah Tangga

digital branding UMKM
Peserta saat mengikuti sesi foto produk di aesthetic corner Ngalup.co. (Foto: AZM)

”Kami memfasilitasi para pelaku usaha untuk memperkuat sistem digital agent. Pelaku usaha bisa menggunakan jasa kami untuk melakukan branding, social media management, listing di marketplace bahkan hingga foto produk,” terang Director og Ngalup.co, Andina Paramitha, Sabtu (5/9).

Bukan program kaleng-kaleng, pelaku usaha lewat program ini juga diberikan pelatihan membuat video iklan, landing page, audio visual creative, strategi campaign, hingga pembuatan company profile.

Bahkan, pihaknya juga menerima jasa konsultasi dan membantu pelaku usaha berjejaring dengan lainnya menggeliatkan berbagai tools digital marketing. Keseluruhan jasa ini dikelola secara profesional sehingga dinilai mampu meningkatkan citra baik dan terpercaya.

”Sehingga pelaku usaha dapat terbantu dalam penjualan dan promosi produknya. Nantinya UMKM ini bisa menjadi bisnis menengah ke atas, sesuai dengan target sasaran kami,” terang wanita yang akrab disapa Andien ini.

Baca Juga: Mengenal Prialangga, Kreator di Balik Layar Video Klip Raisa ‘Bahasa Kalbu’

Andien berharap, dari program digital branding ini UMKM mampu bersaing dengan pelaku bisnis online yang sudah mapan terlebih dulu. ”Dapat membantu pelaku UMKM agar tetap semangat mengembangkan usahanya di era digital dengan memanfaatkan jasa digital marketing yang tepat untuk,” harapnya.

Terpisah, salah seorang pelaku UMKM yang ikut dalam acara ini, Hilda Risyandari mengakui jika pelatihan ini sangat membantu dirinya dalam berbisnis daring. Ia yang masih awam dengan dunia digital kini mulai sedikit paham.

“Rencananya, memang mau pasang di marketplace juga nanti. Dengan adanya program Digarap.in ini saya merasa terbantu. Saya agak awam dalam membangun brand image,’‘ aku pemilik bisnis makanan ringan dari keju ini.

Ia mengaku, selama pandemi penjualannya yang kebanyakan didapat offline, menurun drastis sekitar 30 hingga 40 persen.”Lalu, terpikir mengembangkan bisnis melalui online dan nemu program ini. Semoga membantu banyak,” harapnya. (azm/gg)

Tags: bisnisMalangUMKM
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Next Post
jepang limbah plastik

Pemerintah Jepang Bakal Petakan Pencemaran Laut Dunia karena Limbah Plastik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID