• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pencemaran mikroplastik di sungai brantas limbah rumah tangga

Limbah sampah plastik yang nantinya bakal menjadi lebih berbahaya ketika terurai menjadi mikroplastik. (Foto: BEN)

Pencemaran Mikroplastik Sungai Brantas Tinggi, Didominasi Limbah Rumah Tangga

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
3
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG -Pencemaran mikroplastik di Sungai Brantas begitu tinggi. Dari penelitian yang dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menyatakan bahwa sampah itu didominasi oleh limbah rumah tangga.

Oleh karena itu peneliti dari UIN Malang, Environmental Green Society, dan Ecoton meluapkan kekecewaan atas rusaknya kualitas air sungai Brantas di DAS Brantas kawasan Jembatan Muharto, Kota Malang, pada Minggu (6/9/2020).

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Aksi protes damai ini mereka lakukan dengan cara membentangkan poster bertuliskan: Brantas Gak Mbois Sam!, Prei Nyampah Nang Brantas, Reduce Single Use Plastic, Brantas Tuntas Tapi Prank, hingga motto Kaliku Resik, Uripku Becik.

Baca Juga: Polemik Kata Anjay, Lutfi Agizal, dan Kekisruhan Ancaman Pidana

Kualitas pH Air Buruk

Peneliti Mikroplastik UIN Malang, Alaik Rahmatullah, mengungkapkan jika dilihat dari hasil pengukuran kualitas air sungainya diketahui semakin memburuk. Tingkat pH air sungai terakhir dilakukan pada 2017 dengan hasil diketahui 7,8. Artinya, masih lebih baik.
Namun, dari pengukuran terbaru, didapati tingkat pH Sungai Brantas hari ini semakin memburuk yakni 8,4 dan TDS 300 mg/l. Artinya, sangat buruk dari pH normal air sungai sebagai syarat kehidupan yakni 7.
”Ini sebagai monitoring kualitas air yang sekarang dilanjutkan peneliti Environmental Green Society. Hasilnya, malah semakin buruk. Artinya, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah ke sungai masih minim,” ungkap Alaik.
Dalam aksi tersebut, bahkan sejumlah warga juga masih didapati dengan cueknya membuang sampah ke sungai melalui jembatan. Di lokasi, tumpukan sampah tampak menggunung dengan bau yang tak sedap.
Dari hasil brand audit yang dilakukan, tumpukan sampah didominasi dari limbah domestik rumah tangga. Berupa sampah kemasan plastik sekali pakai dari produsen besar tanah air. Seperti produk dari PT Wings, PT Unilever, Orang Tua Group, PT Indofood, dan lain-lain.

Alaik sadar betul, pola pembuangan sampah ini terjadi karena tidak ada layanan pengangkutan sampah dari pemerintah untuk warga di kawasan bantaran sungai ini.

Baca Juga: Menapaki Keindahan Alam di Kaki Gunung Arjuno dan Gunung Welirang

Selain itu, kesadaran warga di pemukiman padat ini juga sangat rendah.

Sebab itu, dia berharap kesadaran partisipasi masyarakat, pemerintah, dan produsen untuk sama-sama peduli dan menyelamatkan ekosistem air sungai. “Masing-masing dari kita semua punya andil dalam menyelamatkan air sungai,” imbaunya.
Alaik mengatakan, kesadaran bisa dalam bentuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Lalu, pemerintah segera mengambil kebijakan pengadaan layanan angkut sampah.

”Dan untuk produsen juga lebih aware bertanggung jawab atas produk sampah yang mereka ciptakan. Misal menciptakan kemasan produk bukan plastik atau paling tidak minimal mengedukasi konsumen, ikut kampanye akan bahayanya sampah plastik,” harapnya.

Limbah Rumah Tangga Dominasi Pencemaran

Dari hasil brand audit, tumpukan sampah didominasi dari limbah domestik rumah tangga. Produk berkemasan plastik atau sachet dari sejumlah produsen besar Indonesia cukup mendominasi. Mulai dari PT Wings, Unilever, Orang Tua, Indofood, dan sejumlah sampah popok masih juga ditemukan.

Baca Juga: Anjloknya Industri Karoseri di Tengah Badai Pandemi

”Semua didominasi sampah plastik kemasan sekali pakai yang berpotensi diduga sebagai sumber pencemaran mikroplastik utama di DAS Brantas Kota Malang,” ungkap Alaik, usai mengambil sampel air.

Sampah plastik tergolong sebagai kategori sampah yang tidak bisa terurai sempurna, karena dalam prosesnya memakan puluhan tahun masih tersisa dalam bentuk partikel atau plastik ukuran kecil yang berkisar 55 mm.

”Sangat kecil dan akhirnya dimakan biota sungai seperti ikan dan udang yang dikiranya plankton. Nah jika ikan dan udang ini dimakan manusia, hasilnya juga berbahaya bagi tubuh manusia,” urainya.

Harapkan Kesadaran Masyarakat dan Pemerintah

Jika kesadaran masyarakat dan pemerintah dalam hal ini tak kunjung meningkat, bukan tidak mungkin mengganggu stabilitas ekosistem sungai Brantas kedepannya.

Dia berharap, pemerintah turut aktif memecahkan solusi ini. “Terdekat, Pemkot Malang bisa segera mengeluarkan kebijakan mengadakan pelayanan pengangkutan sampah bagi warga sekitar bantaran sungai. Jika tidak, warga terus akan memilih membuang sampah di sungai,” prediksinya.

Selain itu, dia juga mendorong kepada produsen untuk mewujudkan Extended Producer Responsibility untuk bertanggung jawab terhadap material produk yang mereka hasilkan saat menjadi sampah.

”Tanggung jawab itu bisa dalam wujud mengedukasi konsumen dalam berbagai cara. Entah menciptakan kemasan non-plastik atau pencantuman bahaya sampah plastik,” paparnya.
Sebagai informasi, penelitian terkait pencemaran serupa juga dilakukan di sejumlah titik DAS lain seperti Kali Metro Malang, DAS Brantas Jombang, Kali Surabaya, Gunungsari, hingga sungai Bengawan Solo.

Hasilnya, di semua titik sungai tersebut terkontaminasi mikroplastik tingkat tinggi. Paling parah ada di Kali Surabaya, di daerah Gunungsari.

”Hampir sama dengan di Muharto, di Kali Surabaya juga terdiri dari permukiman padat dan banyak bangunan liar. Konsentrasi titik buang sampah banyak. Disana lebih parah karena ditemukan limbah industri, limbah domestik, hingga limbah B3 medis,” sebutnya. (azm/zya)

Tags: IndofoodKali Brantaslimbah plastikMalangmikroplastikOrang Tuapencemaranpencemaran lingkunganpencemaran sungaiPT WingssampahSungai BrantasUnilever
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
perampokan atm di malang

Polisi Akui Sudah Kenali Identitas Pelaku Perampokan Bersenjata di ATM Mandiri, Malang

Comments 3

  1. Pingback: Pemkot Malang Larang Pesta Kembang Api hingga Konvoi saat Tahun Baru - Tugujatim.id
  2. Pingback: Thailand Kembalikan Orang Utan Hasil Selundupan ke Indonesia - Tugujatim.id
  3. Pingback: Tips Hemat Belanja Online saat Pandemi - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID