• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Komunitas Tuli

Suasana belajar mengaji yang digelar oleh Komunitas Tuli Universitas Negeri Surabaya bersama Direktorat Pusat Unggulan Ilmu Disabitilitas (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Saat Komunitas Tuli Unesa Isi Bulan Ramadan Belajar Ngaji Pakai Bahasa Isyarat

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Suasana sejuk dirasakan ketika belasan kawan Komunitas Tuli Universitas Negeri Surabaya (Unesa) belajar membaca Al-Quran untuk mengisi kegiatan positif di bulan Ramadan.

Ketua Komunitas Tulis Unesa, Mochammad Fadillah Akbar mengatakan, kegaiatan ini kali pertama digelar selama bulan Ramadan bersama Direktorat Pusat Unggulan Ilmu Disabilitas.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Tahun ini pertama kali, saya dan teman-teman membuka kelas membaca mengaji bahasa isyarat, insyaAllah tahun depan ada lagi,” kata Akbar saat ditemui Tugujatim.id, Kamis (28/3/2024).

Sama halnya pada umumnya, laiknya belajar dari dasar, Komunitas Tuli UNESA juga memulai belajar Al-Qur’an dari tahap tartil dengan menggunakan bahasa isyarat.

Ngaji Bahasa Isyarat
Suasana belajar mengaji yang digelar oleh Komunitas Tuli Universitas Negeri Surabaya bersama Direktorat Pusat Unggulan Ilmu Disabitilitas (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

“Kalau untuk pertama belajar sama tartil, kemarin sampai tartil 4. Nanti kalau sudah lancar sama baca di Al-Qur’an. Kalau pertama pakai tartil,” ujar mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan Luar Biasa tersebut.

Berbeda dengan jilid tartil pada umumnya yang dipelajari di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Tartil yang digunakan oleh Komunitas Tuli UNESA berasal dari Kementerian Agama dengan standart khusus untuk Disabilitas Tuli.

“Ada al-Quran bahasa isyarat dari Kementerian Agama tapi belum disebar, masih proses uji coba kalau sudah siap nanti dijual belikan disebarluaskan di Indonesia untuk teman-teman Tuli belajar isyarat,” ujarnya.

Lantas, Akbat pun melafalkan surat Al-Fatihah dengan menggunakan bahasa ibu yang mereka miliki. Kemudian ditirukan oleh kawan Tuli lainnya ketika membaca ejaan di Tartil.

Akbar mengisi kajian dengan materi-materi ke-Islaman seperti pemahaman keutamaan malam lailatul qadr di bulan Ramadan.

Kegiatan positif ini cukup mendapat antusias dan sambutan yang baik dari kawan Disabilitas Tuli serta volunteer. Buktinya, jumlah peserta mengalami peningkatan dari awal kegiatan belajar mengaji ini digelar di awal Ramadan. Dari 17 peserta kini bertambah menjadi 26 peserta dari berbagai jurusan di Univesitas Negeri Surabaya.

Didukung penuh oleh pihak kampus, Direktur Pusat Unggulan Disabilitas Nur Wagino mengatakan, komunitas Tuli UNESA memang cukup aktif mengadakan berbagai kegiatan yang bisa menunjanh proses belajar mengajar mereka. Tidak hanya di dalam proses akademik di kelas tetapi juga di organisasi dan komunitas.

“Semua peserta dan volunteernya dari Teman Tuli. Dan ada beberapa volunteer karena mereka yang akan membantu melanjutkan setelah kegiatan Ramadan yang menjadi bagian dari kegiatan Direktorat kita,” ucap Wagino.

Nantinya, Komunitas Tuli dan Direktorat Pusat Unggulan Disabilitas Tuli UNESA juga akan kegiatan berbagi di panti asuhan. “Rutin setiap tahun bulan Ramadan nanti ditutup ke panti asuhan di akhir Ramadan,” tandasnya.

 

Reporter: Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Ramadan 2024UnesaUniversitas Negeri Surabaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Siswa Jatim.

Terbanyak di Indonesia, 24.423 Siswa Jatim Lolos PTN Jalur SNBP

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID