Sumenep – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kerap kali dilanda krisis kekurangan air bersih pada musim kemarau. Namun, untuk saat ini, dari total 27 kecamatan di Sumenep, baru Kecamatan Batuputih yang mengajukan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Baru Kecamatan Batuputih yang mengajukan bantuan droping air bersih ke kita. Yang Batuputih itu diperuntukkan kalau tidak salah untuk empat desa,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi pada Portal Publik, partner Tugu Jatim Minggu (13/9/2020).
Baca Juga: Tips dan Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Usia Dini
Rahman Riadi menyatakan, selama ini BPBD berkoordinasi dengan semua camat untuk mengkoordinir jika terdapat desa yang membutuhkan air tersebut. Tujuannya agar pengajuan ke Pemerintah Daerah bisa dilakukan sekaligus.
“Pengajuan air bersih kita serahkan ke Pak Bupati. Jadi kalau tidak sekaligus tidak enak juga kita. Jadi kita menunggu yang lain agar pengajuannya bisa langsung satu kali,” paparnya.
Ia mengaku, sekarang pengajuan yang masih ditunggu ialah dari Kecamatan Pasongsongan karena daerah tersebut masuk dalam kategori kering kritis.
“Sebenarnya yang kita tunggu itu dari Kecamatan Pasongsongan. Disana seperti Desa Montorna, Desa Prancak misalnya,” ungkap Rahman Riadi.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan
Pada musim kemarau tahun ini BPBD Kabupaten Sumenep sebelumnya telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih. Hasil pemetaan, terdapat 32 desa dengan tersebar pada 10 kecamatan rawan mengalami kekeringan, (Yd/Hem/Fa).
Sumber: Portal Publik








