JEMBER, Tugujatim.id – Sebagai salah satu perguruan tinggi islam terbaik di Jember, Jawa Timur, Universitas Islam Jember (UIJ) terus berupaya memberi dampak nyata bagi masyarakat lewat berbagai langkah konkrit.
Baru-baru ini, UIJ menerjunkan 415 mahasiswa dan 345 dosen pembimbing lapangan (DPL) pada program KKN Kolaboratif 3 tahun 2024 yang dilepas Bupati Kabupaten Jember, Hendy Siswanto, Senin (22/07/2024).
Salah satu dosen sekaligus DPL dari UIJ, Fakhruddin Mutakin, menjelaskan bahwa sasaran dari program KKN Kolaboratif ketiga ini adalah anak tidak sekolah, penanganan stunting, diska atau dispensasi kawin, serta ketahanan pangan.

Ia menjelaskan, esensi dari program KKN Kolaboratif ini adalah mendorong mahasiswa agar mampu berkolarobasi. Bukan saja, antar mahasiswa dalam satu kelompok desa dengan program kegiatan yang direncanakan.
“Melainkan, juga mampu bersinergi dengan program pembangunan desa setempat. Dengan begitu, mahasiswa memiliki kepedulian dan kemampuan dalam menghidentifikasi masalah dan mampu memberdayakan potensi desa dalam bingkai kegiatan maupun gagasan yang inovatif dan adaptif,” ujar DPL kelompok 40 Desa Andongrejo itu.
KKN Kolaboratif itu, diikuti sebanyak 4001 mahasiswa dari 16 kampus di daerah Jember maupun luar Jember. Dengan tema ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Jember’.

Tahun ini, merupakan KKN Kolaboratif dengan jumlah terbesar dibanding tahun lalu yang hanya 3.500 mahasiswa. Mereka tersebar di 226 desa dan 22 kelurahan di sekitar Kabupaten Jember.
Adapun 16 perguruan itu, antara lain UPN Surabaya; Universitas Moch. Sroedji; Universitas Islam Jember; Poltekkes Jember; Universitas Dokter Soebandi ;UIN Khas Jember; STIA Pembangunan; Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong; ITS Mandala Jember; IAI Al-Qodiri Jember; Universitas PGRI Argopuro Jember; Universitas Muhammadiyah Jember; Politeknik Negeri Jember; Universitas Negeri Malang; STIPER; dan Universitas Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








