• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sanggar lidi.

Pementasan teater “Grafito” naskah karya Akhudiat yang digelar Sanggal Lidi Surabaya melalui penyutradaraan Totenk MT Rusmawan pada Selasa malam (12/11/2024). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Kisah Cinta Beda Agama Limbo dan Ayesha dalam Pentas “Grafito” dari Sanggar Lidi Surabaya

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Sanggar Lidi Surabaya sukses mementaskan “Grafito” naskah dari Akhudiat yang disutradarai Totenk MT Rusmawan di Balai Pemuda Surabaya, Selasa malam (12/11/2024).

“Agama tidak memperdebatkan cinta tapi cinta sudah diatur dalam agama,” kalimat pelik yang diucapkan oleh Dimas Adi Putra yang memerankan sosok kiai menjadi gambaran kisah cinta dalam naskah Grafito.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Menceritakan dua pasang kekasih beda agama Limbo yang merupakan seorang Katolik taat dan Ayesha, muslimah teguh. Bak terhalang tembok yang tinggi, Limo dan Ayesha sulit merobohkan ayat-ayat agama yang memperdebatkan perihal cinta.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Aquaplaning saat Musim Hujan, Ikuti 5 Cara Efektif Mencegah Risiko di Jalanan Basah 

Dua pemuka agama, kiai dan pastor tidak bisa menyatukan serta memberkati sepasang kekasih ini hanya karena berbeda keyakinan meski memiliki cinta yang dihadirkan Tuhan dalam hatinya sebagai kekuatan utama.

Apalah daya sebagai manusia, perkawinan antara dua manusia yang saling jatuh cinta pun diatur sedemikian rupa lewat ayat Al-Qur’an maupun Alkitab. Dua kita suci yang menjadi pegangan hidup bagi umat Islam dan Katolik.

Sanggar lidi Surabaya.
Salah satu adegan dalam pementasan teater “Grafito” pada Selasa malam (12/11/2024). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Tidak menemukan jalan pada pemuka agama, perjuangan Limbo dan Ayhesa dalam menyatukan diri lewat ikatan perkawinan membawa mereka kepada Dewi Ratih dan Dewa Katmajaya.

Tidak hanya romantisme, kisah Limbo dan Ayhesa juga menyinggung kritik sosial bagaimana makna cinta tidak dapat melampui batas agama. Perjalanan emosional antara Limbo dan Ayhesa seolah-olah mengajak penonton untuk ikut memaknai dimensi spiritualitas bagaimana agama menjadi entitas yang paling kuat dalam kehidupan manusia.

Pementasan Sanggar lidi Surabaya.
Para pemain beraksi dalam pementasan teater “Grafito” pada Selasa malam (12/11/2024). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Totenk menyusun 20 adegan Grafito dengan dialog yang menyentil, bahasa penuh personifikasi, repetisi, hingga satire. Realitasnya, tantangan dua manusia yang membawa keharmanosian sulit disatukan dalam perbedaan. Seakan menunjukkan jika selama ini diskusi toleransi hanyalah omong kosong.

Diketahui, pementasan Grafito diperankan oleh 22 aktor dan aktris serta enam pemain cilik yang menjalani debutnya dalam panggung teater.

Baca Juga: Dies Natalis Ke-70, Unair Surabaya dan PT Biotis Bakal Luncurkan Vaksin PMK

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pementasan Grafito digelar oleh Sanggar Lidi Surabaya sebagai wujud memperkenalkan kembali dan menghormati sosok maestro teater Jawa Timur, Akhudiat yang mengabiskan 75 tahunnya dalam budaya dan seni teater.

Akhudiat merupakan seniman teater dan akademisi yang lahir pada 5 Mei 1946 di Dukuh Karanganyar, Desa Karangbendo, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Seniman yang akrab disapa Cak Diat ini tumbuh besar dengan kesenangannya terhadap membaca dan menyaksikan sandiwara. Dia berkiprah di téater: Indonesia sejak 1960-1985.

Tidak hanya sebagai penulis naskah, Cak Diat juga menyutradarai beberapa judul pementasan. Baginya, teater memberikan sumbangsih pikiran-pikirannya dalam, kesenian, dan melahirkan naskah-naskah, populer pada tahun 70-an.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniPementasan Sanggar Lidi SurabayaSanggar Lidi SurabayaTeater Sanggar Lidi Surabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Perokok pasif.

Perokok Pasif Peluang Besar Kena Penyakit Serius, Tidak Merokok Tetap Risiko Terkena Kanker hingga Gangguan Kehamilan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID