JEMBER, Tugujatim.id – Meroketnya harga cabai sret atau cabai rawit merah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat konsumen terkejut. Cuaca buruk yang beberapa bulan terakhir terjadi menyebabkan para petani cabai mengalami gagal panen.
Di Pasar Tanjung yang terletak di jantung Kabupaten Jember, harga cabai sret mencapai Rp92 ribu. Nominal harga tersebut juga terjadi di Pasar Kepatihan, Gebang, dan Pelita.
Nurhayati, salah seorang pedagang di Pasar Tanjung mengungkap alasan di balik meroketnya harga cabai sret. Menurut dia, kenaikan itu berlangsung setiap hari.
Baca Juga: 152 Kasus PMK Serang Ternak di Kabupaten Malang, Ini Daftar 10 Kecamatan yang Terdampak
“Setiap harinya, harga cabai terus naik, penyebabnya cuaca buruk dan para petani gagal panen,” ujar Nurhayati saat dikonfirmasi pada Sabtu (04/01/2025).
Nurhayati melanjutkan, para petani mengeluhkan tanaman cabai miliknya yang mengalami pembusukan akibat curah hujan yang tinggi mengguyur daerah Kabupaten Jember. Selain membuat tanaman cabai rusak, hal itu berimbas terhadap stok yang semakin lama semakin menipis.
Di samping itu, menurut Nurhayati, permintaan konsumen akan cabai sret menjadi salah satu faktor meroketnya harga.
“Permintaan meningkat, tapi cabai sulit didapat dan sekarang cuaca juga sering hujan,” jelasnya.
Dia memperkirakan, harga cabai sret akan terus meroket, bahkan bisa jadi menembuh harga ratusan ribu, seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya, jika permintaan juga semakin meningkat.
“Pernah waktu itu sampai tembus Rp200 ribu per kilogram,” tegas Nurhayati.
Selain cabai sret, beberapa jenis cabai lainnya seperti, cabai hijau dan cabai besar mengalami kenaikan harga. Per satu kilogram, harga cabai hijau tembus Rp45 ribu, sedangkan cabai besar Rp46 ribu.
Baca Juga: Perempuan di Kota Batu Jadi Tersangka Usai Adopsi Bayi Secara Ilegal Lewat Sindikat di Media Sosial
Seorang konsumen bernama Khoiriyah mengaku terkejut hendak membeli beberapa jenis cabai yang mengalami lonjakan harga mencapai 50 persen dari sebelumnya.
“Kenaikan harga ini membuat kami, konsumen terkejut, baru beberapa hari lalu harganya Rp40 ribu, tapi sekarang jadi Rp92 ribu,” ujar Khoiriyah.
Bahkan, untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, dia harus mengurangi pembelian cabai yang digunakan sehari-hari. Dia mengaku, saat harga naik, cabai yang dibelinya hanya seperempat kilogram yang biasanya sebanyak setengah kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








