MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) dan mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Utama lantai 9 Graha Rektorat UM, Selasa (29/04/2025). Kegiatan LPPM UM ini tuai banyak respons positif karena mengembangkan inovasi untuk guru.
Inovasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) telah diciptakan dan didiskusikan pada FGD LPPM UM bersama beberapa staf dan guru di Kota Malang. Media AR ini sebelumnya telah diujicobakan ke dua sekolah berbeda, yaitu SMAN 4 Malang dan SMPN 25 Malang.
Baca Juga: LPPM UM dan PPG UM Kembangkan Media Pembelajaran Basis AR untuk SMP dan SMA
Hikmatul Afifah, salah satu perwakilan guru informatika di SMPN 25 Malang, mengatakan, program ini diterima dengan baik oleh para guru, bahkan mendapatkan antusias tinggi dari para siswa.
“Saya lihat siswa-siswi kami merasa antusias karena sesuatu yang baru. Jadi, alhamdulillah siswa-siswi kami antusias dengan media pembelajaran AR ini,” ungkapnya.

Hikmatul mengatakan, walaupun ada beberapa kendala dalam perangkat tetapi masih bisa diatasi dengan baik dan berjalan maksimal.
“Beberapa perangkat belum kompatibel belum bisa men-download, bisa aplikasi terlalu besar atau ruang memori kurang mencukupi, tapi masih ada solusi,” terangnya.

Hikmatul mengungkapkan, media AR bisa dikembangkan bukan hanya sebatas materi pembelajaran yang tidak terbatas.
“Bisa dikembangkan di materi pembelajaran lainnya dan bisa mendesiminasikan ke guru di sekolah kami,” jelasnya.
Sama halnya dengan SMAN 4 Malang yang juga memberikan respons dan feedback positifnya. Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Malang sekaligus guru pamong Syaifudin Madhani mengungkapkan, siswa-siswi termotivasi bahkan menjadi inspirasi untuk pengembangan AR para guru.
“Siswa-siswi termotivasi pengembangannya cukup beragam. Kalau di kami bisa jadi inspirasi untuk pengembangan AR,” ungkapnya.

Dhani, sapaan akrabnya, mengatakan, media pembelajaran AR oleh LPPM UM bersama mahasiswa PPG ini bisa dikatakan sudah 90% berhasil, namun bisa dikembangkan lebih fleksibel lagi dan untuk kebutuhan jangka panjang.
“Saya mengapresiasi karena bisa dikatakan pembelajaran 90% berhasil walaupun bisa fleksibel dikembangkan dari statis ke dinamis. Jadi, media pembelajaran AR ini tidak luntur oleh zaman,” lanjutnya.
Menurut dia, hasil media pembelajaran AR bisa diterapkan dan bisa membantu pembelajaran yang menarik untuk jangka panjang. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Sinta Ayudiya
Editor: Dwi Lindawati








