JEMBER, Tugujatim.id – Ijazah alumni sekolah di Jember diantarkan ke rumah dan dipastikan tidak tertahan di sekolah masing-masing.
Cabang Dinas Pendidikan (Capdin) Wilayah Jember-Lumajang telah mengimplementasikan kebijakan pengiriman ijazah langsung ke kediaman para lulusan atau alumni. Inisiatif ini memastikan tidak ada lagi dokumen penting yang tertahan di sekolah.
Sugeng Trianto, Kepala Cabang Dinas (Kacapdin) Jember menekankan bahwa penyerahan ijazah merupakan kewajiban institusi pendidikan sebagai bukti keberhasilan siswa menyelesaikan proses pembelajaran.
“Kami berkomitmen memenuhi hak siswa dengan memberikan dokumen kelulusan secara resmi, sekaligus memberikan jaminan kepada orang tua bahwa anak mereka telah menuntaskan pendidikan dan siap melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Sugeng saat dikonfirmasi pada Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, Kepala Seksi SMK Capdin Jember-Lumajang, Muhammad Khotib, mengonfirmasi bahwa seluruh ijazah yang belum diambil kini telah dikirimkan ke alamat masing-masing alumni.
“Kami memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan dokumen penting ini sampai ke tangan pemiliknya,” jelas Khotib.
BACA JUGA: Batas Usia Masuk SD di Mojokerto Diubah di SPMB, Tak Harus 7 Tahun
Setidaknya, program ini berhasil mendistribusikan sebanyak 782 ijazah alumni SMA, SMK, dan SLB dari rentang waktu tahun 2000 hingga 2025. Pengantaran dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepala sekolah dan perwakilan Capdin.
Khotib mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan dokumen ijazah belum diambil oleh pemiliknya. “Banyak lulusan langsung bekerja setelah menerima Surat Keterangan Lulus, sehingga mengabaikan pengambilan ijazah asli,” terangnya.
Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur tiga tahun lalu ini kini telah berjalan secara optimal. “Layanan ini sepenuhnya gratis sebagai bentuk tanggung jawab kami memenuhi hak para alumni,” tambah Khotib.
BACA JUGA: Pelajar Berkebutuhan Khusus Jember-Lumajang Unjuk Bakat di Kompetisi Tahunan
Elsa Salsabila, lulusan SMKN 6 Jember angkatan 2024, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur dan Capdin yang telah mengantarkan ijazah ke rumah, karena kesibukan bekerja di luar kota membuat saya kesulitan mengambilnya sendiri,” ujarnya.
Wawan Hadi, alumni tahun 2010 yang kini bekerja di luar Jawa, juga menyambut positif layanan tersebut. “Alhamdulillah, dengan sistem antar ini, saya akhirnya bisa mendapatkan ijazah meski sedang merantau,” katanya.
Layanan pengantaran ijazah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi pendidikan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen institusi pendidikan dalam memberikan pelayanan yang profesional dan akuntabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko







