JEMBER, Tugujatim.id – Pasca bertemu dengan berbagai kementerian di Jakarta beberapa waktu lalu, tenaga ahli ungkap peran Bupati Muhammad Fawait mengunjungi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) hingga buka P4MI di Jember.
Staf Ahli Bidang Transformasi Digital P2MI Prof Moch. Chotib AAg MM menjelaskan, kedatangan bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, agar dapat dibuka Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Jember.
Baca Juga: 90 Persen Pekerja Migran Berangkat Ilegal, P4MI Bakal Buka di Jember
“Dalam sisi perlindungan, wilayah kami ini termasuk lima besar PMI yang bermasalah. Jadi, ada masalah-masalah PMI itu kami posnya dari lima besar. Nah, ini yang kemudian membuat Pak Bupati, Gus Bupati itu menghadap Pak Menteri agar bisa dibuka buka pos pelayanan,” ujar Prof Chotib pada Selasa (03/06/2025).
Dia mengungkap, selama ini pelayanan bagi PMI bermasalah, khususnya di wilayah Besuki Raya yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dapat dilakukan di Banyuwangi.
“Memang kalau dari data yang saya lihat di kantor BP3M (Badan Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Red) Jawa Timur, wilayah-wilayah kami ini di karesidenan Besuki itu yang formal belum masuk 10 besar penempatan. Tapi, dalam sisi perlindungan itu, wilayah kami ini masuk lima besar PMI bermasalah,” jelasnya.
Untuk meminimalisasi persoalan yang dihadapi calon PMI yang hendak berangkat atau pun sudah bekerja di luar negeri, maka diperlukan P4MI di Jember yang memiliki lokasi sentral untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di Besuki Raya.
“Sehingga, masalah-masalah itu bisa dikurangi, khususnya untuk memberikan informasi berangkat legal caranya gimana, nanti bisa bertanya di P4MI,” imbuhnya.
Baca Juga: Kementerian P2MI Komit Dirikan Pos Layanan Khusus Pekerja Migran Indonesia di Jember
Prof Chotib menegaskan bahwa 90 persen PMI bermasalah dikarenakan melalui pemberangkatan yang ilegal. Berbagai faktor memengaruhi, seperti ketidaktahuan calon PMI terkait sumber informasi untuk bekerja ke luar negeri.
Minimnya informasi terkait pemberangkatan calon PMI itu, dapat digunakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab, sebagai penyalur tenaga imigran gelap ke luar negeri.
Sehingga, ketika permasalahan tersebut menimpa PMI di luar negeri, pihak P2MI yang selama ini bekerja dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri akan bekerja ekstra. Melihat, data-data PMI tersebut tidak terdata secara resmi.
“Mudah-mudahan nanti ketika P4MI ini sudah ada di Jember ini bisa mengurangi permasalahan PMI dan masyarakat bisa ke luar negeri dengan aman,” ujar Prof Chotib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








