TUBAN, Tugujatim.id – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tuban (Baznas Tuban) kembali menyalurkan bantuan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Kali ini, bantuan tersebut disalurkan kepada 50 siswa Sekolah Rakyat (SR) Tuban dengan total dana sebesar Rp10 juta.
Wakil Ketua Baznas Tuban, Sumartaja, menyampaikan bahwa setiap siswa menerima bantuan senilai Rp200 ribu. Dana itu diharapkan bisa meringankan kebutuhan mereka dalam menunjang pendidikan.
“Mereka ini memang berasal dari keluarga tidak mampu. Karena itu, negara hadir melalui fasilitas pendidikan dan Baznas ikut membantu lewat dana zakat dan infak yang dihimpun,” ungkapnya, Selasa (19/08/2025).
Selain bantuan berupa uang tunai, Baznas juga menyalurkan Al-Qur’an bagi para siswa. Sebanyak 50 mushaf senilai Rp2,3 juta sudah didistribusikan. Nantinya, Al-Qur’an tersebut digunakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran keagamaan di sekolah.
“Untuk cetak Al-Qur’an tambahan, kami targetkan bisa terealisasi dalam tiga bulan ke depan,” tambah Sumartaja.
BACA JUGA: Isak Tangis Hari Pertama Sekolah Rakyat Tuban
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga upaya membangun karakter generasi muda. Menurutnya, kehadiran Al-Qur’an akan menunjang pembentukan akhlakul karimah bagi para siswa.
“Ilmu umum memang penting, tapi pendidikan akhlak juga harus diperkuat sejak dini. Al-Qur’an bisa menjadi panduan hidup anak-anak kita,” tegasnya.
Sekolah Rakyat (SR) Tuban sendiri baru dilaunching pada 14 Agustus 2025. Sebagai sekolah berbasis pembinaan sosial, para siswanya mendapatkan fasilitas pendidikan sekaligus tempat tinggal di asrama. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian lebih agar kebutuhan dasar siswa bisa tercukupi.
BACA JUGA: Kisah di Balik Sekolah Rakyat Jember: Ketika Pendidikan Gratis Buka Jalan Anak Pemulung Bercita-cita Jadi Dokter
Baznas Tuban memastikan akan terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah masyarakat secara tepat sasaran. Lembaga ini juga berupaya agar program bantuan tidak hanya berhenti pada aspek konsumtif, melainkan menyentuh aspek pembinaan mental dan spiritual.
“Generasi muda adalah investasi bangsa. Jika kita mampu mendukung pendidikan mereka sejak dini, kelak mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia,” tutup Sumartaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








