MOJOKERTO, Tugujatim.id – Perbuatan Alvi Maulana yang tega bunuh-mutilasi kekasihnya Tiara Angelina Saraswati memantik kutukan banyak pihak. Salah satunya dari Women Crisis Center (WCC) Jombang. WCC mengutuk keras tragedi mengerikan yang dilakukan pelaku mutilasi di Mojokerto tersebut.
Sementara itu, WCC memandang bahwa peristiwa ini termasuk femisida. Artinya, tindak kejam pembunuhan terhadap perempuan sebab ketimpangan relasi kuasa antara perempuan dengan laki-laki.
Baca Juga: Bunuh Korban dengan Sadis, Pelaku Mutilasi Mojokerto Ternyata Pernah Jadi Tukang Jagal
“Kasus ini tidak hanya dibaca sebagai kriminal biasa, namun kategori femisida,” beber Direktur WCC Jombang Ana Abdillah, Selasa (09/09/2025).
Selain itu, fenomena living together (tinggal bersama) tanpa ikatan resmi kerap membuat posisi perempuan begitu rentan. Kondisi ini memperbesar terbukanya kekerasan dari pasangan.
“Tindakan sadis berupa mutilasi tidak hanya akumulasi dari rasa kesal tapi bentuk ekstrem dari pelaku untuk menguasai, bahkan menghilangkan keberadaan korban,” tandas Ana.
Motif Pelaku Diduga Kesal terhadap Korban
Diberitakan sebelumnya, kawasan Pacet Mojokerto digegerkan oleh penemuan potongan tubuh berupa kaki kiri di jurang. Potongan ini diduga korban mutilasi.
Setelah didalami, pelaku mutilasi yang potongan jasadnya dibuang di jurang Pacet, Kabupaten Mojokerto telah ditangkap. Pelaku mutilasi di Mojokerto tersebut berinisial AM, warga asal Labuhanbatu, Sumatera Utara. Sementara korban berinisial TAS, warga Lamongan.
Saat memberikan keterangan, pelaku AM mengaku kesal dan tertekan secara ekonomi. Hal ini membuat AM lepas kendali sehingga tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri yakni TAS.
Tidak hanya itu, pelaku AM juga menguliti dan memutilasi jasad korban TAS menjadi bagian-bagian kecil. Potongan tubuh ini lantas dimasukkan ke tas merah dan dibuang secara acak di jurang Pacet Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








