• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hari Statistik Nasional.

Hari Statistik Nasional diperingati tiap 26 September. (Foto: dok BPS Mojokerto)

Makna Hari Statistik Nasional, Begini Kata Statistisi Mojokerto

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Hari Statistik Nasional diperingati setiap 26 September. Peringatan ini tidak hanya menjadi acara tahunan, melainkan tonggak penting perjalanan pembangunan negeri.

Penetapan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada tanggal yang sama tahun 1960 menjadi landasan utama pengembangan statistik di Indonesia sekaligus menjadi alasan perayaan tahunan ini. Namun, masih banyak yang belum mengenal secara mendalam sejarah dan makna di balik Hari Statistik Nasional.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

“Sejarah Hari Statistik Nasional bermula pada Februari 1920, ketika Pemerintahan Hindia Belanda mendirikan Direktur Pertanian, Kerajinan, dan Perdagangan di Bogor, yang bertugas mengelola serta mempublikasikan data statistik. Pada September 1924, kegiatan statistik dipindahkan ke Batavia dan lembaga tersebut berganti nama menjadi Centraal Kantoor Voor De Statistiek (CKS),” tutur Statistisi Muda BPS Kabupaten Mojokerto, Dwiyanti Wulandari, Jumat (26/09/2025).

Lalu pada 26 September 1960, Pemerintah Indonesia mengesahkan UU Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik, menggantikan Statistiek Ordonnantie 1934. Undang-undang ini mengatur penyelenggaraan statistik dan pembentukan Biro Pusat Statistik.

Sementara pada Agustus 1996, Presiden menetapkan 26 September sebagai Hari Statistik Nasional untuk memperingati kemerdekaan sistem statistik dari perundang-undangan kolonial. Berlanjut, pada tahun 1997, UU Nomor 16 tentang Statistik disahkan sebagai pengganti UU sebelumnya.

Baca Juga: Triwulan III 2025, Pemkab Yakin PAD Kabupaten Mojokerto Tembus 77 Persen

“Hari Statistik Nasional kemudian diperingati untuk mengapresiasi pentingnya peran statistik dan memastikan masyarakat lebih sadar akan dampak statistik terhadap kehidupan sehari-hari,” sambung Dwiyanti.

Hari Statistik Nasional (HSN) tahun ini mengusung tema “Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju”. Tema sederhana ini mengandung janji besar: bahwa data tidak berhenti di meja kerja, melainkan bergerak hingga ke rumah, ke sekolah, ke pasar, ke pemerintah, ke akademisi.

“Data BPS dihasilkan dari sensus, survei, kompilasi produk administrasi yang semua prosesnya pada awalnya menggunakan kuesioner kertas. Seiring dengan perkembangan zaman pengumpulan data BPS semakin beraneka ragam proses pengumpulannya,” imbuh Dwiyanti.

Teknologi komputer mulai dipakai, dan koordinasi antar instansi diperkuat untuk menghasilkan data konsisten sehingga membantu bagi arah kebijakan nasional.

BPS kemudian bertransformasi ke era digital. Sumber data baru dari citra satelit, transaksi digital, hingga sensor mobile dimanfaatkan, sejalan dengan inisiatif Satu Data Indonesia. Sensus Penduduk 2020 bahkan memadukan metode daring dan perangkat mobile, lompatan besar dari sensus kertas sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Mojokerto hari iniHari Statistik Nasional 2025Kapan Hari Statistik NasionalMojokertoMojokerto hari iniPeringatan Hari Statistik Nasional
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Keracunan MBG.

Korban Dugaan Keracunan MBG di Tuban Kembali Bertambah, Satu Siswi Masuk RS Lagi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID