• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
KPID Jatim.

Ketua KPID Jatim Royin Fauziana (kanan) dan Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran (PIS) KPID Jatim Aan Haryono (kiri). (Foto: dok. Istimewa)

KPID Jatim Tegur Trans7, Soroti Tayangan Bermuatan SARA dan Disinformasi soal Pesantren

Dwi Linda by Dwi Linda
9 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur menyoroti salah satu program di Trans7 yang dinilai memuat unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Selain itu, KPID Jatim menilai kontennya juga menyebarkan disinformasi mengenai kehidupan di pondok pesantren.

Tayangan itu menuai kritik dari sejumlah masyarakat, karena dianggap memperkuat stereotip negatif terhadap santri, kiai, dan lembaga pendidikan keagamaan.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Ketua KPID Jatim Royin Fauziana menjelaskan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat dan kalangan pesantren di berbagai daerah. Mereka merasa keberatan karena tayangan tersebut dinilai menggambarkan pesantren secara tidak proporsional dan menyinggung nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga: Inovasi Radio di Era Digitalisasi, Komisioner KPID Jatim: Dari Gelombang Udara ke Layar Gawai

“Kami melihat ada indikasi pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya tentang penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan keberagaman,” ujar Royin, Selasa (14/10/2025).

Royin menambahkan, media penyiaran memiliki tanggung jawab sosial yang besar, terutama di Jawa Timur yang dikenal sebagai daerah dengan banyak pesantren dan masyarakat religius. Karena itu, konten siaran seharusnya memperkuat nilai toleransi, bukan malah menimbulkan prasangka.

“Televisi memiliki peran penting menjaga kohesi sosial. Tayangan yang memberi stigma negatif terhadap kelompok tertentu jelas tidak sejalan dengan semangat kebhinekaan bangsa,” imbuhnya.

Ada Dugaan Manipulasi Narasi atau Potongan Gambar

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran (PIS) KPID Jatim Aan Haryono mengungkapkan bahwa hasil penelusuran lembaganya menemukan adanya manipulasi narasi dan potongan gambar yang menimbulkan kesan keliru. Dalam tayangan tersebut, pesantren digambarkan seolah menjadi lingkungan tertutup dan ekstrem.

“Ada pengaburan konteks yang berpotensi menyesatkan publik. Ini bisa dikategorikan sebagai bentuk fabrikasi konten yang tidak sesuai dengan prinsip keberimbangan jurnalistik,” terang Aan.

Pria yang juga menjadi Jurnalis TV ini menegaskan, lembaga penyiaran perlu lebih berhati-hati saat mengangkat tema keagamaan atau komunitas sosial tertentu. Kritik terhadap fenomena sosial boleh saja, namun tetap harus disajikan secara berimbang, faktual, dan menghormati etika penyiaran.

“KPI tidak pernah melarang kritik atau kajian tentang kehidupan keagamaan. Tapi, penyajiannya harus berbasis data dan etika jurnalistik. Kalau yang disiarkan justru hasil imajinasi dan potongan konteks, maka publik akan disuguhi disinformasi,” ujarnya.

KPID Jatim juga mendorong seluruh lembaga penyiaran untuk memperkuat sistem verifikasi konten serta melibatkan narasumber yang kompeten, terutama dalam produksi program bertema sosial dan keagamaan.

“Kami ingin penyiaran di Jawa Timur bisa tetap mencerdaskan dan menyejukkan. Jika ditemukan konten berisi ujaran kebencian, eksploitasi stereotip, atau manipulasi informasi, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegas Aan.

Sebagai tindak lanjut, KPID Jatim akan melaporkan hasil aduan masyarakat kepada KPI Pusat. Mereka juga menyiapkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat literasi penyiaran publik agar masyarakat lebih peka dalam menyaring informasi di media televisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita KPID JatimDisinformasi soal ponpesKomisi Penyiaran Indonesia Daerah JatimTayangan SARA Trans7
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Tuan tanah di Wagir.

Anak dan Cucu Diduga Aniaya Tuan Tanah di Wagir hingga Tewas, Keluarga Tolak Otopsi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID