• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Unej.

Dari kiri ke kanan (baris depan), Prof Edy Supriyanto, Prof Herlina, Prof Zainuri, Rektor Unej, Ketua Senat Unej, Prof Elok Sri Utami, Prof Kacung Hariyono, dan Prof A. Taufiq. (Foto: dok Unej)

Kampus Unej Kukuhkan 6 Guru Besar Baru, Kado Jelang Dies Natalies Ke-61

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Universitas Jember (Unej) mengukuhkan 6 guru besar baru. Pengukuhan gubes Kampus Unej itu ditandai dengan terselenggaranya Rapat Terbuka Senat Pengukuhan Profesor di Auditorium Unej, Selasa (21/10/2025).

Rektor Unej Iwan Taruna menyampaikan, bahwa bertambahnya 6 guru besar ini sekaligus menjadi kado membanggakan jelang Dies Natalies Unej ke-61. Dengan begitu, jumlah profesor aktif di Unej telah mencapai 97 guru besar.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

“Alhamdulillah, menjelang usianya yang ke enam puluh satu, Unej menambah jumlah guru besar menjadi sembilan puluh tujuh profesor aktif. Di tahun ini saja Unej sudah mengukuhkan sembilan besar profesor,” katanya.

Ke depan, pihaknya terus mendorong akselerasi guru besar sehingga di tahun 2028, Unej ditargetkan memiliki lebih dari 100 guru besar.

Bertambahnya guru besar, tambah Iwan, akan mampu memperkuat peran dan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Guru besar ini merupakan penjaga nilai-nilai akademik, mercusuar ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekaligus, penjaga marwah perguruan tinggi.

Guru besar baru Unej.
Rektor Unej Iwan Taruna menyampaikan sambutan pengukuhan. (Foto: dok Unej)

Terlebih, di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, peran perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk melahirkan lulusan yang unggul. Melainkan, menjaga moral serta karakter bangsa.

“Insyaa Allah sebelum 2028, jumlah guru besar di Unej akan melebihi ratusan orang. Para guru besar ini yang akan menjadi motor utama peran Unej berdampak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Senat Unej Andang Subaharianto berpesan agar para guru besar mampu menjadi teladan dalam berpikir dan bertindak. Dia menyampaikan pesan yang terinspirasi dari novel Bumi Manusia karya sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer.

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Tentu saja termasuk guru besar,” tegasnya.

Daftar 6 Gubes Baru Unej:

1. Prof. Dr. Akhmad Taufik, S.S., M.Pd. Guru besar bidang Sastra dan Pembelajarannya, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP
2. Prof. Ir. Kacung Hariyono, M.S., Ph.D. Guru besar bidang Pelestarian Genetik Tanaman, Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian
3. Prof. Dr. Elok Sri Utami, M.Si. Guru besar bidang Keuangan Korporasi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
4. Prof. Dr. Zainuri, M.Si. Guru besar bidang Ilmu Ekonomi Kelembagaan, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB
5. Prof. Dr. Ir. Herlina, M.P., IPM. Guru besar bidang Teknologi Pengolahan Pangan Hasil Perkebunan, Program Srtudi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP)
6. Prof. Dr. Edy Supriyanto, S.Si., M.Si. Guru besar bidang Ilmu Fisika Sel Surya, Program Studi Fisika FMIPA.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Akhmad Taufiq memaparkan judul “Sastra, Narasi Identitas, dan Imajinasi Politik Kebangsaan: Rekonstruksi Teks Sastra Dalam Agenda Politik Multikultural Indonesia”. Dia menegaskan, karya sastra tidak pernah bersifat netral.

Prof Akhmad mencontohkan karya Siti Nurbaya dan Salah Asuhan yang mengandung narasi dan konstruksi kepentingan pemerintah kolonial pada masa penjajahan.

Pasca kemerdekaan, dia melanjutkan, sastrawan seperti Mahbub Junaidi dalam karya Hari ke Hari mengkritik perilaku politisi yang mementingkan kelompoknya sendiri, sementara Rm. YB. Mangunwijaya lewat novel Burung-Burung Rantau menawarkan proyeksi kebangsaan Indonesia yang lebih visioner.

“Kami harus mengembangkan ruang ideologi terbuka dan membangun imajinasi politik kebangsaan yang inklusif melalui karya sastra multikultural,” tegas guru besar asal Lamongan itu.

Selanjutnya, Prof Kacung Hariyono membawakan ilmiah berjudul “Pentingnya Pelestarian Plasma Nutfah Tanaman Untuk Kehidupan Manusia”. Dia mengungkap pentingnya menjaga dan melestarikan plasma nutfah untuk Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi. Pasalnya plasma nutfah tadi adalah kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.

“Jangan sampai plasma nutfah Indonesia yang merupakan harta yang tak ternilai nantinya hilang dari nusantara tercinta,” jelas pria asal Banyuwangi itu.

Sementara Prof Elok Sri Utami mengusung orasi ilmiah berjudul “Transformasi Keuangan Berkelanjutan: Jalan Baru Menuju Bisnis Tangguh dan Bertanggungjawab”. Dia menekankan perubahan paradigma bisnis yang semula hanya mencari profit jangka pendek, berubah menjadi tujuan keberlanjutan untuk bertahan dalam jangka panjang, dan memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Perusahaan sudah harus mengimplementasikan prinsip Enviromental, Social dan Governance atau ESG sebagai landasan melanjutkan operasional perusahaannya agar mampu bertahan di era disrupsi,” ungkapnya.

Sedangkan Prof Zainuri dengan orasi ilmiahnya berjudul “Peran Strategis Ekonomi Kelembagaan Syariah Dalam Mengembangkan Industri Kreatif dan Mendorong Pembangunan Ekonomi Yang Inklusif”. Mengkritisi teori klasik ekonomi yang menurutnya terlalu menyederhanakan perilaku manusia berupa angka-angka, dan bersandar pada rasionalitas dibawah payung asumsi kesempurnaan informasi.

Baca Juga: Mahasiswa Unej Bikin Fermentor Kopi Digital, Angkat Kualitas Wine Coffee Lokal

“Kita harus memulai membangun teori ilmu ekonomi berbasis nilai Islam, caranya dengan internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam tubuh pengetahuan ekonomi kelembagaan itu sendiri, mengembangkan kelembagaan berbasis kearifan lokal, serta merumuskan sistem merit yang sah dan bersifat bottom up,” ungkapnya.

Kemudian Prof. Herlina mengupas orasi ilmiah “Potensi Bawang Hitam (Black Garlic) Dari Bawang Putih Lokal Sebagai Pangan Fungsional dan Aplikasi Untuk Produk Pangan Olahan”. Prof Herlina memaparkan risetnya mengenai kelebihan bawang putih lokal terutama varietas Lanang.

“Harapannya, pemanfaatan bawang putih lokal akan meningkatkan kesejahteraan petani bawang putih yang selama ini mendapatkan kompetitor akibat hadirnya bawang putih impor,” imbuhnya.

Terakhir, Prof Edy Supriyanto menyoroti pemanfaatan cahaya matahari sebagai sumber energi. Hal itu diusung dalam orasi ilmiahnya berjudul “Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) dari Bumi Tropis: Inovasi Energi Surya Berbasis Sumber Daya Lokal”.

Dia menawarkan teknologi DSSC (Dye-Sensitized Solar Cell) sebagai alternatif mengambil sinar surya menjadi energi.

“DSSC sebagai teknologi terapan memberi peluang besar untuk edukasi energi terbarukan di sekolah dan universitas, pelatihan komunitas untuk perakitan modul surya sederhana. Hingga mewujudkan kemandirian energi bagi petani dan nelayan melalui panel portabel” kata Prof. Edy Supriyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniGuru besar UnejJemberKabupaten Jember hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
DPRD Tuban.

Beasiswa Rp2 M Tahun 2024 Gagal Terserap, DPRD Tuban Sebut Syarat Terlalu Berat dan Sosialisasi Minim

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID