JEMBER, Tugujatim.id – Sebuah terobosan baru hadir di dunia pendidikan pesantren Jember lewat studio dakwah digital. Kerja sama antara dua institusi pendidikan tinggi menghadirkan fasilitas modern untuk memperkuat dakwah di era digital.
Pada pertengahan Desember 2025, sebuah lembaga pendidikan Islam di wilayah Rambipuji menerima bantuan pengembangan fasilitas produksi konten digital. Inisiatif ini merupakan hasil sinergi perguruan tinggi dengan Politeknik setempat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Muktamar Pemikiran 2025 Lahirkan Manifesto Pesantren Peduli Hutan
Rizky Yanuarti selaku koordinator proyek menyampaikan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan tiga elemen penting: pemanfaatan teknologi modern, metode pembelajaran efektif, dan materi keagamaan. Kombinasi ketiga aspek tersebut memungkinkan lembaga pendidikan Islam mempertahankan nilai-nilai spiritualnya sambil beradaptasi dengan kemajuan zaman.
“Lembaga pendidikan keagamaan memegang peranan vital dalam membentuk karakter generasi muda. Persoalan yang dihadapi saat ini adalah metode penyampaian ajaran yang masih relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, kami menghadirkan solusi yang menjembatani khazanah tradisional dengan inovasi teknologi,” paparnya pada Kamis (18/12/2025).
Kegiatan pemberdayaan ini melibatkan mahasiswa sebagai pendamping, menjadikannya implementasi konkret dari misi perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian. Mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran langsung, sementara pesantren mendapat manfaat jangka panjang.
Hasil utama dari program ini adalah tersedianya ruang produksi konten dakwah yang lengkap. Fasilitas tersebut digunakan sebagai tempat pembelajaran praktis dimana para santri mempelajari berbagai keterampilan: menyiapkan materi dakwah, kemampuan presentasi di hadapan kamera, pengeditan multimedia, hingga etika bermedia sosial.
Demiawan Rachmatta Putro Mudiono, salah satu pelaksana program, menjelaskan bahwa kehadiran studio dakwah digital ini menciptakan peluang belajar yang berbeda.
“Para santri bertransformasi dari sekadar penikmat konten menjadi pencipta materi keislaman yang berkualitas,” tuturnya.
Santri dan Pengelola Pesantren Pelatihan Komprehensif
Ajeng Pramesthy Hardiani Kusuma, instruktur pelatihan, menambahkan bahwa untuk memastikan program berkelanjutan, santri dan pengelola pesantren mendapat pelatihan manajemen media digital secara komprehensif.
Materi mencakup penyusunan jadwal publikasi, pembuatan narasi yang edukatif, serta teknik menjangkau generasi digital melalui berbagai platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok.
“Tujuan kami adalah melahirkan pembuat konten dakwah yang memiliki etika digital kuat dan mampu menjadikan media sosial sebagai wadah pencerahan masyarakat,” terangnya.
Saat ini, lembaga pendidikan Islam tersebut telah memiliki kelompok pengelola media tersendiri, prosedur kerja digital yang terstruktur, dan kesiapan tenaga pengajar untuk mengoperasikan studio dakwah secara otonom.
Program ini membuktikan komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sekaligus mendorong pesantren sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan kompetitif di ranah digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








