JEMBER, Tugujatim.id – Di tengah pemangkasan dana transfer pusat, Bupati Muhammad Fawait mengangkat sebanyak 8.344 honorer Pemkab Jember sebagai pegawai kerja dengan perjanjian kontrak (PPPK) paruh waktu.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap pengabdian para tenaga honorer Pemkab Jember yang telah bertahun-tahun mengabdi.
“Alhamdulillah, hari ini kami, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk mengangkat seluruh pegawai yang terdata ke dalam PPPK paruh waktu. Tentu ada konsekuensi anggaran. Di saat APBD kami hari ini transfer dari pusat berkurang, tapi di satu sisi kami harus mengangkat PPPK paruh waktu,” ujar bupati yang akrab dengan sapaan Gus Fawait itu pada Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: 1.233 ASN PPPK Kota Batu Resmi Diangkat, Ada Pegawai Paruh Waktu Difabel
Bupati muda yang dikenal dengan filosofi “cinta” dalam kepemimpinannya ini menekankan bahwa keputusan pengangkatan ini bukan hanya melihat individu pegawai, tetapi juga keluarga yang bergantung pada mereka.
Pengangkatan 8.344 honorer Pemkab Jember PPPK paruh waktu ini dipandang sebagai tanggung jawab kemanusiaan yang harus dipenuhi, terlepas dari tantangan fiskal yang dihadapi. Gus Fawait mengungkapkan bahwa dirinya tidak tega untuk tidak mengangkat para tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun.
“Maka saya pikir yang sudah mengabdi bertahun-tahun saya tidak tega kalau harus tidak mengangkat mereka,” tegasnya.
Dia juga menceritakan momen emosional saat pengumuman, di mana salah satu calon PPPK memberikan bunga sambil menangis. Hal ini menjadi cerminan betapa pentingnya keputusan ini bagi kehidupan ribuan keluarga di Jember.
Rencana Pengangkatan CPNS
Tidak berhenti pada pengangkatan PPPK paruh waktu, Gus Fawait juga berkomitmen untuk memperjuangkan hak mereka agar dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di masa mendatang.
“Kami akan berusaha, kami akan berikhtiar kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan PPPK maupun PPPK paruh waktu menjadi CPNS di Kabupaten Jember,” katanya.
Upaya ini akan terus diperjuangkan melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, dengan harapan tenaga honorer yang telah lama mengabdi dapat memiliki status kepegawaian yang lebih baik.
Belanja Pegawai Masih Aman?
Terkait dampak pengangkatan massal ini terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Gus Fawait mengakui bahwa beban anggaran memang bertambah.
“Kalau ngomong nggak berat kan bohong. Ya, pasti berat. Tapi berat ini saya pikir harus kami perjuangkan,” ujarnya jujur.
Namun demikian, dia meyakinkan bahwa persentase belanja pegawai masih dalam batas aman sesuai anjuran pemerintah pusat. Ke depan, jika ada kenaikan-kenaikan anggaran pegawai, akan dicari solusi bersama untuk mengatasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








