JEMBER, Tugujatim.id – Realisasi Beasiswa Bupati Jember untuk Generasi Masa Depan (Beasiswa Cinta Bergema) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam penyaluran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mencapai 99 persen.
Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, dari 7.162 mahasiswa penerima Beasiswa Cinta Bergema, hanya tersisa 15 orang yang belum menerima transfer dana UKT karena kendala teknis.
Baca Juga: Dari 8.000 Kuota Beasiswa Cinta Bergema Tersisa 820 Slot Masih Kosong, Ini Penyebabnya
“Alhamdulillah, beasiswa tinggal yang sudah direalisasi ke kampus semua sudah, tinggal 15 mahasiswa. Yang ribuan lainnya sudah tuntas,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Fawait dalam acara Gus’e Menyapa di Kecamatan Jelbuk pada Sabtu (27/12/2925).
Living Cost Segera Tuntas
Untuk penunjang lain, seperti living cost kategori penerima beasiswa afirmasi ekonomi dan santri, sekitar 800-1.000 mahasiswa telah menerima dana, sementara 2.000 mahasiswa lainnya masih dalam proses transfer. Gus Fawait menargetkan seluruh pencairan selesai sebelum 31 Desember 2025.
Kendala teknis terjadi pada mahasiswa yang menggunakan rekening non-Bank Jatim, karena memerlukan pengisian slip manual.
“Yakinlah insyaa Allah sebelum 31 Desember seluruh program beasiswa, baik UKT maupun living cost tuntas semuanya,” tegas Gus Fawait.
Baca Juga: Kuota Naik 5 Kali Lipat! 150 Driver Ojol dan Anaknya Peluang Raih Beasiswa Kuliah GoTo 2026
Kabar gembira bagi mahasiswa penerima beasiswa, mereka tidak perlu mendaftar ulang setiap tahun. Lanjut Gus Fawait, para mahasiswa penerima beasiswa cukup mempertahankan prestasinya untuk menikmati berbagai tunjangan pendidikan Beasiswa Cinta Bergema.
Pemkab Jember berencana membuka program beasiswa ke luar negeri pada 2025 dengan tujuan Timur Tengah dan China. Program ini khusus ditargetkan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
“Belum banyak anak-anak Jember yang ke China, kami akan dorong terutama dari keluarga miskin ekstrem sehingga setelah lulus S1, keluarganya tidak miskin lagi,” kata Gus Fawait.
Menariknya, bupati juga telah menggandeng perusahaan seperti Timasko untuk program beasiswa ke China dengan jaminan kerja setelah lulus.
“Pulangnya langsung diterima kerja di Timasko, dan saya minta mereka dari keluarga miskin ekstrem,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








