• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Keracunan massal.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat memberi penjelasan soal kasus keracunan massal. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Terungkap! Pemicu Keracunan Massal di Mojokerto Diduga dari Telur

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Penyebab dugaan keracunan massal makanan program MBG terhadap 411 pelajar di Mojokerto mulai terkuak. Hal ini berdasarkan upaya penelusuran intensif dari pemerintah daerah setempat beserta jajaran terkait untuk mendalami penyebab utama insiden ini.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyebutkan bahwa pihaknya menyoroti telur rebus pada menu soto ayam. Dari informasi yang dihimpun, menu soto ayam menjadi makanan yang diduga menjadi penyebab utama ratusan pelajar di Mojokerto keracunan massal dengan mengalami mual, muntah, hingga kepala pusing.

You might also like

KBS.

Eks Dirut KBS Ditahan Diduga Korupsi Pakan Satwa, Ini Respons Manajemen

22/07/2026 3:58 PM
Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

22/07/2026 9:39 AM

Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan Massal, Komnas PA Jatim Desak Audit Total SPPG di Mojokerto Raya

Sementara, telur rebus pada menu soto ayam tersebut diduga kurang higienis. Ternyata, hal ini berdampak tidak hanya untuk pelajar, namun juga siapa saja yang menyantap makanan tersebut.

“Ada korban yang hanya mencicipi telur itu saja. Kan, menu soto ayam, tinggal telur lalu ada orang dewasa yang makan. Jadi siapa saja yang memakan telur itu ikut menjadi korban,” urai Bupati Albaraa.

Dugaan Telur Kurang Higienis

Dia menyebut, telur yang diduga kurang higienis disebabkan oleh beberapa sebab, seperti proses pengolahan maupun cara penyimpanan.

“Bisa juga karena cara menyimpan (telur rebus). Suhu minus lima untuk menyimpan telur agar awet. Nah, kami waktu mengecek ke lokasi, kurang dari (minus lima) itu,” jelasnya.

Dari sisi kasus, lonjakan keluhan korban terjadi secara bertahap. Pada 11 Januari tercatat 260 pasien, meningkat menjadi 384 pasien pada 12 Januari, kemudian 404 pasien pada 13 Januari. Pada 14 Januari terdapat tambahan 7 pasien sehingga total kumulatif mencapai 411 orang.

Baca Juga: Menteri HAM Minta Evaluasi Menyeluruh Soal Kasus Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto

Dia menegaskan, per 14 Januari, pemerintah daerah menutup penerimaan pasien baru dengan gejala serupa karena masa inkubasi medis telah dinyatakan berakhir.

“Dari total 411 pasien, sebanyak 334 orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara 77 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” tutur Bupati Albarraa.

Pemkab Mojokerto juga menjamin seluruh biaya pengobatan korban yang merupakan warga Kabupaten Mojokerto melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Sementara itu, untuk santri dari luar daerah seperti Sidoarjo dan Jombang, koordinasi pembiayaan akan diteruskan kepada BGN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniBupati Mojokerto Muhammad AlbarraaDugaan kasus keracunanKabupaten Mojokerto hari iniKasus keracunan makanan MBG di MojokertoMojokerto
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

KBS.

Eks Dirut KBS Ditahan Diduga Korupsi Pakan Satwa, Ini Respons Manajemen

by Dwi Linda
22/07/2026 3:58 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur resmi menahan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD...

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Next Post
Cuaca di Jatim.

Sedia Jas Hujan! Cuaca di Jatim Alami Hujan Ringan hingga Petir pada 17 Januari 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID