• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pasar Monolog.

Dohir 'Sindu' Herliato tampil dalam Pasar Monolog "Langit Markeso" karya Tengsoe Tjahjono di MCC, Kota Malang, Sabtu (24/01/2026). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Pasar Monolog #4 Bikin Overload MCC Malang, Pekerja Seni Suarakan Isu Masyarakat

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kelompok Bermain Kangkung Berseri (KBKB) Malang kembali menggelar Pasar Monolog #4 sebagai ruang untuk menyalurkan bakat anggotanya dalam berkarya di teater. Acara ini digelar di ruang amphitheater lantai lima, Malang Creative Center (MCC), Sabtu (24/01/2026), pukul 13.00 WIB, yang terbuka untuk umum.

Andrean Fahreza Nur Wicaksono selaku Pimpinan Produksi Pasar Monolog #4, menjelaskan, acara ini diinisiasi oleh Kelompok Bermain Kangkung Berseri (KBKB), komunitas yang beranggotakan pekerja seni, terutama seni teater dan drama.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Pasar Monolog ini berangkat dari kegelisahan para anggota seniman yang ingin kembali berkarya. Sebelumnya, mereka memang sudah sering berlatih tetapi tidak ada hasil karya atau produk yang dihasilkan. Dari sinilah ide untuk mengadakan Pasar Monolog lahir.

Baca Juga: Closing Pameran Tunggal Wartawan Senior Mojokerto, Lukisan Kiai Asep Dikoleksi Pengusaha Muda

“Nah berkarya itu tidak hanya sekadar berkarya, teman-teman inginnya juga memberikan nilai-nilai positif terkait dengan merespons lingkungan sekitar, peristiwa-peristiwa di masyarakat, banyaklah sehingga ini dimasukkan ke dalam bagian dari Pasar Monolog,”  jelasnya saat diwawancarai.

Seperti namanya, Pasar Monolog tahun ini adalah Pasar Monolog ke-4 yang KBKB adakan. Sebelumnya, KBKB sudah pernah mengadakan Pasar Monolog di 2018, kedua di 2019, dan untuk Pasar Monolog ke-3 sempat vakum karena pandemi. Akhirnya, pada tahun ini, Pasar Monolog bisa diadakan kembali.

“Sebenarnya inginnya ini adalah Pasar Monolog 3. Tapi karena Pasar Monolog 3 itu tertunda, akhirnya dilanjutkan ke Pasar Monolog ke-4 di tahun ini,” ungkapnya.

Pasar Monolog 2026.
Andrean Fahreza Nur Wicaksono sebagai Pimpinan Produksi Pasar Monolog #4. (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Pasar Monolog #4 ini mempertunjukkan tujuh penampil dengan naskah monolog yang berbeda-beda yang dibagi menjadi tiga sesi. Setelah tujuh penampilan selesai, acara dilanjutkan dengan bedah buku kumpulan monolog oleh Dr Tengsoe Tjahjono.

Penampil pertama dalam Pasar Monolog #4 ini adalah Dohir ‘Sindu’ Herliato dengan judul karya “Langit Markeso”, kemudian dilanjutkan oleh Agus Fauzi Romadhon dengan judul karya “Raiasu Risau”, Dr Muh. Fathoni Rohman MPd dengan judul karya “Suatu Hari dalam Hidup Seorang Hakim,” Naila Ali dengan judul karya “Bicara”, Januari Kristiyani dengan judul karya “Jawaban”, Dr Sn Musthofa Kamal SPd MSn dengan judul karya “Pahlawan di Negeri Para Hantu”, dan ditutup oleh Dr Muhammad Zaeni SS MPd (Leo Tanimaju) dengan judul karya “Niskala di Tanah Senyap”.

Andrean mengatakan, semua penampil monolog ini merupakan bagian dari KBKB dan komunitas sekitarnya yang secara sukarela mengajukan diri dan siap untuk menampilkan karya. Dengan tingginya antusias para calon penampil yang mengajukan diri, akhirnya anggota membagi tugas dan diputuskanlah 7 penampil untuk berdiri di panggung Pasar Monolog #4.

“Saya kemarin harapannya nggak sampai 7 orang, tapi karena semua anggota KBKB ingin main semua. Bahkan, saya sendiri sebagai pimpinan sebenarnya juga ingin main tampil, tapi nanti kalau saya main, siapa yang produksi?” ujarnya sambil bergurau.

Pasar Monolog 4.
Para penampil Pasar Monolog #4 di ruang amphitheater Malang Creative Center, Sabtu (24/01/2026). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Di balik naskah-naskah monolog yang penampil bawakan, terdapat kisah menarik yang membantu diadakannya acara ini.

Ketika awal Pasar Monolog #4 akan diadakan, para penampil masih tidak mempunyai naskah. Akhirnya, Tengsoe menawarkan buku kumpulan monolognya karena kebetulan saat itu sedang menerbitkan bukunya.

Dari sinilah para penampil terbantu dengan naskah monolog yang sudah Tengsoe tulis. Beberapa penampil menggunakan naskah monolog asli Tengsoe untuk penampilannya, di antaranya yaitu “Langit Markeso”,  “Suatu Hari dalam Hidup Seorang Hakim”, dan “Pahlawan di Negeri Para Hantu”.

“Nah, tapi beliau belum punya naskah. Akhirnya, bertemu dengan Pak Tengsoe ditawari bukunya. Kebetulan Pak Tengsoe membuat buku kumpulan monolog. Kok, ternyata teman-teman yang lain itu tertarik. Akhirnya, beberapa teman dikasih naskahnya Pak Tengsoe,” ucapnya.

Selain ketiga naskah Tengsoe tadi, ada beberapa penampil yang hanya mengadaptasi naskah asli Tengsoe, contohnya adalah “Bicara” dan ada yang menggunakan naskah mereka sendiri seperti “Niskala di Tanah Senyap” dan “Jawaban”.

Baca Juga: Satrya Paramanandana, Generasi Ke-3 Soendari Batik Malang Bawa Masterpiece Makin Go International Pameran di Filipina 2026

Seperti yang disampaikan tadi, setiap cerita monolog memiliki pesan tersendiri yang ingin mereka sampaikan. Namun, secara keseluruhan, monolog-monolog yang ditampilkan berkaitan dengan isu-isu yang dekat dengan masyarakat Indonesia, seperti isu sosial, hukum, hingga politik.

“Contoh misalnya yang naskah “Jawaban” kan sindiran terhadap masyarakat, entah perdesaan atau di mana pun ya. Kemudian Hakim (“Suatu Hari dalam Hidup Seorang Hakim”), tentang politik pemerintah dan sebagainya. Sebenarnya, banyak pesan yang ingin disampaikan,” tambahnya.

Dengan mengangkat isu yang dekat dengan masyarakat, acara ini tidak ingin hanya menjadi sebuah hiburan semata bagi penonton, tetapi juga ingin mengajak untuk lebih melek terhadap isu atau masalah yang sedang terjadi di sekitar kita.

“Ya intinya teman-teman itu ingin berbagi nilai, berbagi kepada penonton supaya melek dengan kehidupan saat ini. Indonesia itu seperti ini loh,” tegasnya.

Acara ini memiliki target 250–300 pengunjung, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga umum. Namun, saat hari-H, antusias penonton melebihi ekspektasi, yaitu hampir 400 penonton yang membuat ruang amphitheater penuh.

“MCC itu kapasitasnya cuma 300. Misalnya yang hadir 250 nggak apa-apa. Lah kok ternyata yang hadir ini hampir 400. Akhirnya tadi overload ya mungkin. Ya sudah tidak apa-apa karena memang antusias penonton ya,” paparnya.

Untuk ke depannya, Andrea berharap pentas monolog ini dapat lebih menarik dan lebih baik lagi penataannya. Dia juga berharap ke depannya penonton dapat lebih antusias untuk datang. Tidak hanya sekadar menonton, tetapi dia berharap penonton juga dapat mengambil lebih banyak hal positif dari pementasan monolog ini.

“Kalau di dalam ilmu teater itu ada tontonan, tuntunan, dan tuntutan. Jadi, setelah menonton kemudian bisa menuntun dan menuntut supaya menjadi lebih baik. Menuntun untuk berbuat lebih baik dan menuntut diri supaya terus berbuat lebih baik. Intinya, kalau di teater harapannya nilai-nilai itu yang ingin ditawarkan ke penonton,” harapnya.

Bedah buku Pasar Monolog.
Dr Tengsoe Tjahjono saat sesi bedah buku. (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Setelah semua penampil selesai menampilkan naskah monolognya, agenda dilanjutkan dengan bedah buku “Kursi Malas di Depan Jendela” (Kumpulan Monolog) karya Dr Tengsoe Tjahjono dengan Candra Rahma WP MA sebagai moderator.

Dalam sesi bedah buku ini, Tengsoe menjelaskan isi buku dan beberapa hal yang berkaitan dengan pementasan monolog. Tidak hanya itu, penonton juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya terkait monolog atau teater kepada Tengsoe maupun kepada ketujuh penampil monolog yang sudah tampil sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniKelompok Bermain Kangkung Berseri MalangKota Malang hari iniMalangPasar Monolog 4Pasar Monolog di Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Ini 5 Komika Jatim Lolos Grand Final STMJ 2026

Ini 5 Komika Jatim Lolos Grand Final STMJ 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID