JEMBER, Tugujatim.id – Terletak di kawasan dengan pegunungan besar, kopi Jember telah menjadi episentrum produksi kopi karakter gunung di Jawa Timur. Tatanan geografisnya menempatkan Jember di antara formasi gunung-gunung besar, di antaranya Gunung Argopuro, Gunung Ijen, dan Gunung Raung.
Sejak zaman kolonial, pemerintah telah mengetahui kesuburan tanah pegunungan Jember dan memanfaatkannya sebagai kawasan perkebunan kopi. Kini, perkebunan-perkebunan kopi tersebut telah beralih menjadi milik petani lokal yang aktif menghasilkan komoditas kopi Jember dengan kualitas tinggi.
Baca Juga: 5 Jenis Kopi Gunung di Malang, Kenali Karakternya dan Rasakan Cita Rasa Khas
Daftar Jenis Kopi Jember Beserta Karakteristiknya:

Kamu penggemar kopi Jember yang memiliki karakteristik dengan cita rasa yang khas. Yuk, kenali lebih dalam!
1. Gunung Argopuro
Dikenal sebagai salah satu gunung terluas di Jawa Timur, Gunung Argopuro menyediakan lereng-lereng yang ideal sebagai lokasi penanaman kopi. Kawasan ini memiliki iklim dingin dan lembab dengan ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.400 mdpl, yang berpengaruh langsung terhadap karakter kopi yang tumbuh.
Salah satu daerah penghasil kopi karakter gunung terbaik di kawasan Gunung Argopuro adalah Desa Telogosari. Di wilayah ini, kelompok tani dengan bimbingan tenaga ahli mengelola komoditas kopi, khususnya kopi Arabika varietas Lini S 795 dan Kartika.
Kopi ini memiliki profil rasa buah-buahan yang kompleks dengan tingkat keasaman ringan. Penanaman menggunakan metode raised bed menghasilkan aroma selai stroberi dan aprikot yang tajam dengan aftertaste menyerupai apel hijau. Sementara itu, metode fermentasi memberikan tambahan nuansa rasa permen karet, raspberry kering, bunga, serta kesan winey yang kuat.
Sesuai dengan karakter namanya, kopi ini juga memiliki aroma menyerupai buah nangka matang saat diseduh. Meski demikian, rasa pahitnya lebih menonjol dibandingkan kopi Robusta sehingga sering digunakan sebagai bahan campuran untuk meningkatkan kompleksitas aroma.
Selain Arabika, lereng Gunung Argopuro juga dikenal sebagai penghasil kopi Robusta. Produk “Kopi Robusta Java Argopuro Jember” telah terdaftar dalam Indikasi Geografis (IG), yang menandakan kualitas kopi dipengaruhi oleh kondisi geografisnya yang khas.
Dalam dokumen IG, kopi Robusta ini memiliki cita rasa gula cokelat, rempah, karamel, sereal, bunga, dan cokelat. Kopi ini juga kerap menghasilkan aroma santan yang memberikan tekstur rasa lebih gurih dan lembut di mulut.
Dengan keberagaman jenis dan kompleksitas karakter, kopi Gunung Argopuro menawarkan rentang cita rasa yang luas sesuai dengan preferensi para penikmat kopi.
2. Gunung Raung-Gunung Ijen
Gunung Raung dan Gunung Ijen umumnya dikategorikan sebagai satu kesatuan dalam pembahasan kopi. Kedua kawasan ini dikenal sebagai wilayah penghasil kopi Arabika unggulan di Jawa Timur.
Wilayah Raung–Ijen berada di kawasan perbatasan yang mencakup Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Untuk perkebunan kopi, beberapa wilayah utama meliputi Kecamatan Silo, Ledokombo, dan Sumberjambe.
“Kopi Arabika Java Ijen–Raung” menjadi salah satu produk kopi yang banyak dipasarkan dan telah menerima sertifikat perlindungan Indikasi Geografis (IG) sebagai penanda kualitas kopi dari kawasan ini.
Pohon kopi di wilayah Raung–Ijen ditanam pada ketinggian 1.200 hingga 1.600 mdpl dengan suhu udara sejuk antara 15–25 derajat Celsius. Keberadaan pohon hutan alami sebagai tanaman penaung turut berperan dalam menjaga kualitas kopi.
Dalam proses pengolahan, Kopi Arabika Java Ijen–Raung diolah menggunakan sistem olah basah dengan fermentasi selama 12–36 jam untuk memaksimalkan profil keasaman. Karakter aromanya meliputi harum melati, jahe, cokelat, serta nuansa earthy dari kacang-kacangan.
Walaupun Kopi Arabika Java Ijen-Raung menjadi kopi yang paling terkenal dari kawasan Raung dan Ijen, kawasan ini juga menghasilkan varietas lain, seperti Orange Bourbon dan Blue Mountain.
Selain Kopi Arabika Java Ijen–Raung, kawasan ini juga menghasilkan varietas lain seperti Orange Bourbon dan Blue Mountain. Varietas Orange Bourbon memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi dengan hint plum kering, sedangkan varietas Blue Mountain menawarkan aroma melati kuat dengan profil rasa menyerupai gula cair.
3. Gunung Gumitir
Gunung Gumitir merupakan bagian dari gugusan Pegunungan Raung yang terletak di Kecamatan Silo. Kawasan ini dikenal sebagai penghasil kopi Robusta berkualitas tinggi dengan kategori “Fine Robusta,” yang memiliki standar pengolahan dan rasa setara kopi spesialti.
Budi daya kopi secara intensif di kawasan Gumitir dimulai sejak 1999 melalui kebijakan nasional pengelolaan lahan dalam program Perhutani. Sejak itu, kawasan ini berkembang menjadi pemasok kopi Robusta terbesar di Jember sejak 2003.
Tanah di wilayah Gumitir memiliki kandungan fosfor tinggi dengan tingkat keasaman rendah. Kondisi ini menjadikan Gunung Gumitir sebagai lokasi yang ideal untuk membudidayakan kopi kategori fine Robusta.
Kopi Robusta Raung Gumitir memiliki dominasi rasa sereal dan gula cokelat. Selain itu, terdapat aroma rempah seperti cengkeh dan lada yang menjadi pembeda dari kopi Robusta lainnya. Karakter ini jugalah yang memberikan sensasi hangat dan pedas yang khas bagi penikmatnya.
4. Gunung Pasang
Gunung Pasang yang berlokasi di Kecamatan Panti menjadi basis utama perkebunan kopi yang dikelola oleh Perumda Perkebunan Kahyangan Jember. Perkebunan ini berasal dari perkebunan swasta milik Belanda yang berdiri sejak 1859.
Sedikit berbeda dengan perkebunan kopi lainnya di Jember, perkebunan kopi di wilayah Gunung Pasang berada di ketinggian 300–900 mdpl. Meski demikian, luas wilayah perkebunannya mencapai lebih dari 1.000 hektare dengan komoditas utama berupa kopi Robusta kualitas premium.
Baca Juga: Kopi Nako Malang Usung Gerakan “Daur Baur” Sampah Plastik: Ngopi Estetik sambil Jaga Bumi!
Produk kopi Jember yang banyak beredar di pasaran dari kawasan ini adalah “Kopi Kahyangan.” Kopi ini memiliki perpaduan rasa asam, manis, dan pahit yang seimbang, dengan warna cokelat kehitaman serta aroma kuat dan segar hasil reaksi Maillardnya.
Selain itu, Gunung Pasang juga menghasilkan varian lain berupa “Kopi Jantan” atau kopi lanang. Varian ini berasal dari biji kopi tunggal yang memiliki konsentrasi rasa lebih pekat dengan aroma yang menyegarkan.
Kopi karakter gunung yang tumbuh di Jember memiliki kualitas dan ciri khas masing-masing dengan rasa yang kompleks. Karakter tersebut berasal dari kesuburan tanah vulkanik serta peran petani yang secara konsisten menjaga kualitas budidaya kopi di setiap kawasan pegunungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Azmi Azaria Fidaroini
Editor: Dwi Lindawati








