MOJOKERTO, Tugujatim.id – Vaksinasi terhadap hewan ternak bakal dilakukan tidak lama lagi mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Mojokerto. Upaya pencegahan PMK di Mojokerto ini dilakukan pada hewan ternak yang mulai masuk ke daerah tersebut.
Dari informasi yang dihimpun terdapat 38.000 lebih sapi yang akan divaksin. Namun, langkah ini diawali dengan 12.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat yang rencananya akan disuntikkan untuk hewan ternak, Sabtu (31/01/2026).
Baca Juga: Kasus PMK Naik di Awal 2026, Pemprov Jatim Sebar 453 Ribu Vaksin
“Mulai melakukan vaksinasi itu Sabtu besok (31/01/2026),” terang Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah pada Jumat (30/01/2026).
Pemberian vaksin ini bergulir setelah virus PMK mulai merebak di sejumlah daerah di Jawa Timur. Selain vaksin, hewan ternak juga akan diberikan suplemen tambahan untuk menjaga daya tubuh hewan ternak.
Sebelumnya, penyemprotan hewan menggunakan disinfektan ditempuh untuk mencegah perluasan sebaran penyakit PMK di Mojokerto. Penyemprotan ini dilakukan intensif di sejumlah pasar hewan. Upaya ini dilakukan seturut dengan tingginya arus masuk hewan ternak dari luar daerah.
RPH dan Kendaraan Ternak Jadi Sasaran
Salah satunya, penyemprotan ini terlihat di Pasar Wage, pasar hewan ternak di Ngrame, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (27/01/2026). Petugas dari dinas pertanian setempat menyemproti satu per satu hewan ternak, area pasar, hingga kendaraan yang keluar masuk kawasan tersebut.
“Bagian dari upaya pencegahan serta pengendalian PMK di Kabupaten Mojokerto,” ujar Tutik pada Rabu (28/01/2026).
Selain itu, penyemprotan disinfektan ini tidak hanya menyasar area pasar hewan ternak saja. Tempat lain seperti rumah pemotongan hewan (RPH) atau kendaraan yang keluar masuk di area tersebut juga tidak luput dari upaya sterilisasi tersebut.
Baca Juga: Dibayangi PMK! Hewan Ternak di Mojokerto Intensif Disemprot Disinfektan
Koordinator Pasar Hewan Ngrame sekaligus staf Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Sodikin mengatakan, kebanyakan hewan ternak di pasar berasal dari luar daerah.
“Sekira 200 hewan ternak banyak yang berasal dari luar Mojokerto, seperti Jombang, Gresik, Pasuruan, maupun Sidoarjo. Dari Mojokerto sendiri terbilang sedikit,” tandasnya.
Sodikin menambahkan, penyemprotan disinfektan ini rutin diberlakukan bahkan semakin intens dilakukan mengingat mulai muncul laporan adanya gejala kemunculan PMK yang salah satunya terjadi di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








