MOJOKERTO, Tugujatim.id – Realisasi pembangunan Sekolah Rakyat Kota Mojokerto tampaknya belum bisa terjadi dalam waktu dekat. Penundaan pembangunan Sekolah Rakyat di Mojokerto ini seturut dengan belum fix atau belum turunnya persetujuan lahan atas salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo yang menjanjikan akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem tersebut.
Keterangan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto menyebutkan bahwa tahun lalu sempat ada usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Mojokerto di aset milik pemkot. Aset tersebut berlokasi di Pacet, Mojokerto.
Baca Juga: Perpanjang Pengerjaan, Gedung Permanen Sekolah Rakyat Tuban Mulai Dibangun
“Usulan tersebut untuk jenjang SMA, sebab untuk jenjang SD-SMP sudah gratis di sini,” ungkap Kadinsos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar pada Selasa (03/02/2026).
Namun, hasil konfirmasi usulan tersebut dari pemerintah pusat menyebutkan bahwa luas lahan kurang.
“Dengan demikian belum mendapat persetujuan, kami selanjutnya diminta komunikasi lagi dengan Kementerian PU yang ada di Provinsi Jatim, karena yang menentukan layak atau tidaknya dari kementerian tersebut,” urai Anwar.
Keputusan Tunggu Kementerian PU
Dia menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Kementerian PU di Jawa Timur melalui Kadis PUPR Kota Mojokerto.
“Info yang kami dapatkan, masih menunggu jawaban dari kementerian tersebut,” ujarnya.
Dengan demikian, praktis Sekolah Rakyat milik Pemkot Mojokerto belum bisa berjalan tahun ini.
“Sambil memenuhi persiapan juga untuk diusulkan kembali ke pusat, kami menunggu hasil komunikasi dari Kementerian PU,” tandas Anwar.
Diberitakan sebelumnya, usulan ini telah bergulir sejak tahun lalu. Meski berlokasi di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, diusulkan karena aset di wilayah kota terbatas. Selain itu, luasan di kawasan tersebut dipandang paling mendekati syarat dari pusat yakni memiliki luas 5 hektare.
“Kami sifatnya mengusulkan, semua keputusan dari pusat,” kata Anwar.
Walau belum tentu bakal realisasi pada tahun ini, Dinsos P3A Kota Mojokerto mengaku telah mendata calon-calon murid Sekolah Rakyat. Terutama pendataan priorotas untuk keluarga tidak mampu, anak yang putus sekolah, maupun anak berprestasi. Sementara Sekolah Rakyat jenjang menengah atas yakni SMA/SMK disiapkan untuk segera dibuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








