MALANG, Tugujatim.id – Angka pengangguran di Kota Malang, Jatim, masih tinggi yaitu 27.710. Komisi A DPRD Kota Malang mengingatkan setiap proyek investasi harus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat, ada 27.710 jiwa warga Kota Malang masih menjadi pengangguran.
Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lelly Theresiyawati menilai persoalan pengangguran menjadi pekerjaan rumah (PR) serius. Meski ada tren pengangguran pada 2025 menurun sebesar 0,7 persen, dia meminta Pemkot Malang tidak lengah.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Minta Pemkot Kumpulkan SPPG Usai Temuan Belatung di Menu MBG
“Angka pengangguran di Kota Malang masih cukup tinggi, yaitu 27 ribu jiwa,” ucapnya pada Jumat (06/03/2026).
Dia melanjutkan, pemkot perlu memastikan setiap kebijakan pembangunan dan investasi di Kota Malang berdampak pada penyerapan tenaga kerja (naker) lokal.
Berdasarkan data Disnaker-PMPTSP Kota Malang, investasi di Kota Malang selama 2025 tumbuh aktif hingga mencapai angka Rp3,1 triliun. Sementara proyeksi 2026 sebesar Rp3,6 triliun.
Pengecekan Dampak Proyek Investasi 2025
Lelly menyebut, Komisi A DPRD Kota Malang akan mengecek dampak proyek investasi selama 2025 terhadap serapan naker.
Sementara pada 2026, dia merekomendasikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Lelly mengatakan, pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi kunci agar naker lokal mampu bersaing.
Selain itu, dia juga meminta Pemkot Malang dapat memastikan bahwa pemanfaatan investasi yang diproyeksikan mencapai Rp3,6 triliun pada 2026 mampu menciptakan peluang kerja baru.
“Investasi harus bisa menciptakan lapangan kerja. Kalau perlu diarahkan pada sektor yang padat karya dan relevan dengan kebutuhan pasar. Angka pengangguran harus jadi perhatian serius. Jangan sampai investasi masuk, tetapi tidak berkontribusi nyata terhadap terciptanya lapangan kerja,” imbuhnya.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Ingatkan Penataan Zona PKL Alun Alun Perhatikan Tata Ruang dan Ekonomi Rakyat
Dia juga mengingatkan keberadaan Malang Creative Center (MCC) jadi wadah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Menurut dia, MCC juga harus diarahkan untuk mampu berkontribusi memperluas lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
“Peran MCC harus diperkuat untuk dapat menjadi katalisator dalam menciptakan lapangan kerja dengan mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah serta startup lokal,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








