MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Sementara itu, pihak BPS Kabupaten Mojokerto menekankan poin penting dari adanya sensus tersebut.
Sedikitnya terdapat 3 alasan penting dari Sensus Ekonomi. Pertama, setiap jawaban dari masyarakat ikut membentuk gambaran ekonomi Indonesia. Kedua, kebijakan dapat lebih tepat diambil karena data yang akurat membantu pemerintah menyusun program yang sesuai kebutuhan. Ketiga, usaha yang tercatat dalam sensus bisa menguatkan peluang. Unit usaha mulai UMKM hingga usaha besar akan terpetakan peluang dan tantangannya.
Baca Juga: HSN 2025, BPS Mojokerto Tekankan Pentingnya Statistik dalam Perumusan Kebijakan
“Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia yang dilaksanakan setiap 10 tahun oleh BPS,” terang Kepala BPS Kabupaten Mojokerto Dwi Yuhenny melalui keterangan resmi, Rabu (18/03/2026).
Jadwal Sensus Online dan Offline
Dwi menambahkan, sensus ini berupaya menghadirkan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif. Selain itu, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk menyediakan data dasar yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi (kecuali lapangan usaha pertanian) sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dan pembangunan nasional.
Pada 1-30 Juni 2026 nanti merupakan agenda pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 secara daring (online). Pada periode ini perusahaan besar (UMB) akan mendapatkan email untuk mengisi kuesioner secara mandiri (online).
Kemudian pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dilakukan pendataan lapangan (door-to-door). Semua bangunan baik rumah tangga, perusahaan, bangunan usaha, dan semua penduduk yang ada di wilayah Indonesia akan dikunjungi oleh petugas Sensus Ekonomi 2026.
Baca Juga: BPS Beber Faktor Penurunan Angka Kemiskinan di Mojokerto
“Sensus ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia yang mencakup semua jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, dan besar,” tambah Dwi.
Sementara itu, isu-isu penting yang akan dijawab oleh sensus ini meliputi daya saing usaha, peta perekonomian wilayah dari sisi level maupun struktur ekonomi, UMKM dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional, penerapan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan, hingga persoalan dunia usaha untuk merencanakan strategi pengembangan usaha termasuk mencari peluang usaha baru dan target pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








