• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sosok Anas Kholis, Tunanetra Peraih Gelar Doktor Pertama di UIN Malang

Sosok Anas Kholis, tunanetra peraih gelar doktor pertama di UIN Malang. (Foto: FEN)

Mengenal Sosok Anas Kholis, Tunanetra Pertama yang Raih Gelar Doktor dari UIN Malang

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sosok pria bernama Moh Anas Kholis memang layak menjadi suri teladan dan insipirasi. Sebab, meski mengalami kebutaan atau tunanetra, pria asal Lamongan ini mampu meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang. Bahkan, ia lulus dengan predikat cumlaude.

Ya, Anas Kholis berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang dengan judul disertasi Model Pendidikan Fiqih Berwawasan Toleransi dalam Menyikapi Keragaman Mazhab (Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo). Dia juga menjadi doktor pertama UIN Malang yang menyandang disabilitas.

You might also like

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Baca Juga: Mau Gaji Aman Hingga Akhir Bulan? Ikuti Langkah-Langkah Berikut ini!

Jatuh bangun Anas untuk bisa mencapai kesuksesan ini tidaklah mudah. Beruntung, Anas mendapatkan banyak dukungan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya. Termasuk sang istri, Siti Rohmah, yang setia membacakan buku untuknya.

“Istri saya kerap kali menawarkan berbagai pilihan judul buku untuk dibacakan. Dulu sebelum mata saya tertutup hobi membaca saya bisa saya lakukan secara mandiri, akan tetapi setelah penglihatan saya tertutup harus ditemani sama istri,” ucapnya.

Selain sang istri, orang-orang terdekatnya pun ikut berperan. Baik keluarga, maupun kawan-kawan yang tergabung di Pojok Peradaban Institut yang ia bina. Seperti mengantarkan ke kampus, menyusun disertasi, sampai turut membacakan buku di sela-sela aktivitas sehari-harinya.

Anas Kholis juga harus pandai memanfaatkan teknologi untuk membantu proses penulisan disertasinya. Di antaranya Google Document yang bisa secara otomatis mengetik saat dia berbicara. Ataupun eReader Prestigio, sebuah aplikasi yang bisa membacakan literasi untuknya.

Anas bahkan mendapatkan beasiswa kultural dari sebuah lembaga NGO, Hilmi Foundation yang memang memberikan beasiswa kepada para kaum difabel berprestasi.

Baca Juga: Mau Belanja Aman di Online Shop? Tips-tips Ini Wajib Anda Ketahui!

Sebelumnya, Anas mengungkapkan proses penyusunan disertasinya sejak 2015 itu dilakukan dalam keadaan 50 persen mata terbuka dan 50 persen mata tertutup atau tunanetra.

“Tahun 2018 itu di saat mata saya harus tertutup, saya sempat down. Sempat memilih untuk berhenti karena pada waktu itu fokus untuk pengobatan mata saya, tapi saya berusaha bangkit lagi karena dukungan dari orang-orang disekitar saya,” jelas pria yang kini sudah meraih gelar doktor-nya itu.

Meski demikian, Anas mengaku, kondisinya yang sekarang bukan sebuah kejutan baginya. Sebab, sejak duduk di bangku SMP, dia sudah divonis menderita Retinitis Pigmentosa atau gangguan saraf mata.

“Saya sempat bersedih. Saya berpikir bagaimana masa depan saya nanti. Ketika mata saya tertutup apakah masa depan saya akan tertutup?,” tanyanya.

Meski sempat terpukul, semangat pria kelahiran tahun 1985 ini tak pernah putus untuk menata masa depan. Anas terus berkarya. Hingga sebelum matanya tertutup, diapun sudah melahirkan 11 karya buku dan beberapa publikasi jurnal ilmiah baik dilevel nasional maupun internasional.

“Sebagai seorang yang akan divonis difabel tunanetra, maka saya berfikir bahwa saya harus meninggalkan sejarah sebelum mata saya tertutup. Sejarah apa? Tulisan tentunya, yang efek kebermanfaatannya bisa terus dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya sekaligus bisa terus dikenang dan dibaca kendati saya sudah meninggal. Itu artinya bahwa menulis merupakan sebuah karya untuk keabadian,” tutur Anas Kholis.

Kini, doktor bernama Anas Kholis menjadi dosen di Fakultas Syariah UIN Malang, dan turut mengajar Pendidikan Agama Islam di Universitas Brawijaya.

Dia berharap, karyanya menjadi motivasi bagi para difabel untuk tidak menyerah akan keterbatasan. Sebab dibalik keterbatasan itu, pasti ada potensi yang dapat digali.

Baca Juga: Tips dan Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Usia Dini

“Apalagi hari ini, dunia dan nasional sudah memberikan space hak konstitusi yang sama bagi temen-temen difabel. Jika dulu di dunia pendidikan ada kaum difabel yang terisolir oleh tembok eksklusivitas SLB , saat ini kaum difabel sudah diberikan ruang secara inklusif di seluruh jenjang pendidikan termasuk jenjang pendidikan doktoral. Bahkan akreditasi suatu lembaga tidak akan mendapatkan akreditasi sempurna jika ia tidak menyediakan fasilitas difabel, sebagai pesan moral bagi para kaum difabel jangan pernah membatasi keterbatasan fisik anda dengan jiwa dan spirit yang terbatas. Teruslah tersenyum dan berlapang dada dengan segala kondisi keterbatasanmu, sebab bisa jadi keterbatasanmu adalah kelebihan yang diberikan Tuhan kepadamu,” tandas Anas Kholis. (fen/gg)

Tags: difabeldoktorkampusKota MalangLamonganmahasiswaMalangtunanetraUINUIN MalanguniversitasUniversitas Islam Negeri
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Next Post
Vin Diesel The Last Witch Hunter poster

Sinopsis Film The Last Witch Hunter, Kutukan Keabadian Vin Diesel

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID