MALANG, Tugujatim.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat akhirnya merespons dugaan pungutan liar (pungli) nyaru kegiatan seperti outing class, wisuda, LKS, ujian, tryout, hingga pembangunan fasilitas di SDN-SMP. Wahyu menegaskan sekolah negeri sebagai akses pendidikan gratis larang adanya pungutan apa pun kepada wali murid.
Wahyu juga menyatakan, sekolah tidak boleh menarik pungutan apa pun ke siswa yang akhirnya dibebankan kepada wali murid. Terutama di lingkungan jenjang SDN dan SMPN di bawah wewenang Pemkot Malang.
“Tidak boleh ada pungutan apa pun,” kata Wahyu pada Senin (04/05/2026).
Baca Juga: Terima Banyak Aduan, DPRD Kota Malang Kritisi Dugaan Praktik Pungli “Nyaru” Giat di Sekolah Negeri
Dia tidak memungkiri, beberapa pungutan bukan dari pihak sekolah, tetapi komite sekolah yang aktif untuk menunjang kelancaran kegiatan sekolah. Misalnya untuk kegiatan wisuda.
Wahyu menekankan, kegiatan sekolah tidak boleh sampai membebani siswa ataupun wali murid. Terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kami jelas kan sudah sampaikan kalau wisuda yang sederhana saja. Jangan sampai memberatkan orang tua. Tapi kalau komite tetap ingin ada wisuda, ya paling sederhana saja. Dilaksanakan bisa di sekolah, tidak perlu di hotel. Jangan sampai memberatkan,” imbuhnya.
Baca Juga: Terancam Dipecat, 4 Opsi Sanksi Berat Oknum Petugas Lapas Blitar terkait Pungli Rp60 Juta
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Komisi D DRPD Kota Malang Saniman Wafi mengungkapkan banyak aduan masyarakat yang masuk soal maraknya dugaan pungutan liar (pungli) berkedok kegiatan sekolah di SDN-SMPN.
Menurut dia, sejumlah sekolah justru wajib biaya tambahan untuk kegiatan outing class, wisuda, LKS, ujian, tryout, hingga pembangunan fasilitas sekolah. Nominalnya bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp500 ribu.
“Ini aduannya sudah sangat banyak. Sampai ada wali murid yang ngeluh dengan emosional. Ini uang apa lagi? Ini ujian bayar, LKS bayar, outing class bayar, wisuda bayar, tryout bayar. Mana gratisnya? Katanya sekolah negeri gratis?” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








