• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah hadir secara virtual di acara Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di Pendapa Malowopati, Selasa (09/11/2021). (Foto: YouTube Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah hadir secara virtual di acara Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di Pendapa Malowopati, Selasa (09/11/2021). (Foto: YouTube Pemkab Bojonegoro)

Bupati Bojonegoro Instruksikan Pemkab Belanja Anggaran Harus Pakai Sistem EEP

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Bupati Bojonegoro Anna Muawanah meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab membelanjakan anggaran daerah secara efektif, efisien, dan produktif. Penegasan ini disampaikan secara virtual saat Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di Pendapa Malowopati, Selasa (09/11/2021).

Musrenbang Perubahan RPJMD 2018–2023 diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro. Dalam arahannya, Anna mengatakan, perencanaan anggaran pada 2022 sudah sesuai instruksi presiden. Bojonegoro pun sudah dikenal dengan istilah EEP (Efektif, Efisien, Produktif). Jadi, belanja anggaran yang memang besar, semata-mata tidak untuk dihabiskan jika tidak ada kebermanfaatan, multiguna, dan multifungsi.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Mohon dukungannya. Mulai 2022 sedang menyusun perencanaan terhadap dana pendidikan daerah berkelanjutan. Ini mendasari rencana undang-undang terhadap hubungan keuangan pusat dan daerah (HKPD) yang sedang dirancang kementerian pusat,” jelas Anna.

Suasana Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di Pendapa Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (09/11/2021). (Foto: YouTube Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)
Suasana Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di Pendapa Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (09/11/2021). (Foto: YouTube Pemkab Bojonegoro)

Pemkab Bojonegoro sedang merancang agar HKPD bisa diterjemahkan di dalam sustainable pembangunan, sustainable terhadap indeks pembangunan manusia (IPM), termasuk penyediaan dana pendidikan daerah berkelanjutan.

Sementara terkait sumber daya uang bukan tentang berlomba-lomba menghabiskannya. Bupati Anna berpesan, pengunaan sumber daya dalam belanja harus didasari pada efektivitas dan efisiensi. Sedangkan sisanya, dikelola dengan baik sehingga anak-cucu mendapatkan pendidikan yang berlanjutan.

“Mudah-mudahan seluruh masyarakat mendukung, memberi masukan baik dan produktif agar sumber daya alam serta dana dapat dirasakan turun-temurun pada anak cucu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadlo menyampaikan, musrenbang digelar untuk merumuskan rancangan akhir perubahan RPJMD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2018-2023. Ini berdasarkan rekomendasi hasil konsultasi rancangan awal dengan Provinsi Jatim dan forum perangkat daerah. Tujuannya untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, dan program pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RPJMD.

“Musrenbang Perubahan RPJMD ini diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dalam rangka meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, dan lapangan usaha. Selain itu, untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah, serta menghasilkan dokumen RPJMD yang transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Tags: Berita belanja anggaranBupati Bojonegoro Anna MuawanahKabupaten BojonegoroPemkab BojonegoroRPJMD
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang yang digelar pada Selasa (09/11/2021) yang membahas soal alun-alun di Kepanjen. (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Bupati Malang Kaji Ulang Pembangunan Alun-Alun di Kepanjen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID