• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Produsen kapuk. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Ilustrasi produsen kapuk di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tetap bertahan di tengah pandemi. (Foto: Dokumen)

Potret Perjuangan Produsen Kapuk di Pasuruan Tak Lapuk Diterjang Pandemi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Puluhan industri rumahan yang memproduksi kapuk di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tetap bertahan meski diterjang pandemi Covid-19. Selain pandemi yang tak kunjung usai, para produsen kapuk dari pohon randu tersebut juga harus bertahan di tengah maraknya busa dan silikon sebagai bahan pengisi kasur dan bantal.

Meski begitu, puluhan warga Desa Suwayuwo, Sukorejo, ini tetap yakin bahwa kapuk berkualitas yang mereka buat tetap akan mempunyai pasarnya sendiri. Salah satunya dari pengusaha kapuk bernama Sohibul Huda, 53, yang mengungkapkan jika setiap bulan dia dan warga desa lain bisa tetap memproduksi puluhan ton kapuk.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Kalau dulu awal merintis cuma memproduksi puluhan kilo saja tiap hari, lambat laun berkembang tiap tahun sampai akhirnya bisa konsisten di angka 4 ton tiap hari,” ujarnya.

Puluhan ton olehan buah kapuk dari pohon randu tersebut bahkan mampu dikirim dan dipasarkan ke beberapa wilayah se-Indonesia. Tidak heran jika Desa Suwayuwo, Sukorejo, ini terkenal sebagai salah satu sentra produsen kapuk di Kabupaten Pasuruan.

Berbekal kreativitasnya, pria yang sudah jadi produsen kapuk sejak 1996 ini bahkan mampu menciptakan mesin pengolah kapuk buatannya sendiri untuk menunjang produksinya.

“Karena mesin blower jarang dijual di toko, saya buat mesin pemisah kapuk itu sendiri. Prosesnya mulai dari mengambil buah randu dari pohon, terus dipecah dan dijemur, lalu dimasukkan ke mesin blower buat misah kapuk agar bersih dari biji,” ungkapnya.

Meski sempat kewalahan di awal pandemi Covid-19, usaha yang sudah dia tekuni selama 25 tahun ini mampu bertahan. Untuk harga jual kapuk yang sempat menurun hingga 30 persen, membuat Sohibul harus memutar otak dengan menjual kapuk ke pengepul agar stok produksinya tidak tertimbun.

“Alhamdulillah, selama pandemi masih bisa bertahan tanpa mengurangi jumlah produksi. Proses pengiriman juga masih lancar. Sampai harus jual kapuk ke pengepul biar bisa tetap produksi tanpa ngurangi karyawan,” ujarnya.

Tags: Kabupaten Pasuruankisah produsen kapukpandemi COVID-19Pasuruan hari iniPerjuangan produsen kapukProdusen kapukUsaha kapuk
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Petani pisang cavendish asal Pasuruan yang beromzet ratusan juta

Petani Pisang Cavendish di Pasuruan Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID