• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi PTM SD Kebonsari saat ini harus ditutup sementara karena meluasnya klaster Covid-19 sekolah di Kota Pasuruan.

Ilustrasi PTM SD Kebonsari saat ini harus ditutup sementara karena meluasnya klaster Covid-19 sekolah di Kota Pasuruan. (Foto: Dokumen/Admin SD Kebonsari)

Klaster Covid-19 Kota Pasuruan Meluas, Pembelajaran Tatap Muka 13 Sekolah Dihentikan

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Peningkatan penyebaran virus Covid-19 mengakibatkan klaster sekolah di Kota Pasuruan semakin meluas. Sebanyak 13 sekolah terpaksa harus menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Dr Shiely Marlena, membenarkan jika pada awal bulan Februari 2022 makin banyak bermunculan klaster sekolah di Kota Pasuruan.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

“Sudah bisa dikatakan klaster sekolah dan dilakukan penutupan untuk 13 sekolah,” ujar Shierly saat dikonfirmasi, Rabu (9/2/2022).

Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa belasan sekolah yang ditutup tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dari jenjang sekolah dasar, yang ditutup di antaranya SD Kebonsari, SD Krapyak, SD Tembokrejo, SD Sebani, SD Bugul Kidul, SD Karanganyar, SD Pekuncen, dan SD Petamanan.

Sementara untuk jenjang SMP, hanya SMP 3 dan SMP 5 yang ditutup. Kemudian di jenjang SMA, ada SMA 1, SMA 2, SMA 4, dan SMA Speam Putri.

“Untuk sekolah yang lain masih mengikuti kebijakan diskresi SKB 4 Mentri, yakni PTM 50 persen,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kini masih terus melakukan upaya tracing kepada warga sekolah yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Upaya tracing masih terus dilakukan, saat ini totalnya ada 21 guru dan murid dari 13 sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya.

Menurut Dr Shierly, asal penularan virus Covid-19 di antara para guru dan murid ini juga beragam. Ada yang dinyatakan positif setelah dirawat di rumah sakit. Ada pula yang memang punya kontak erat dengan pasien Covid-19 dari kluster sekolah.

“Ada yang ditemukan positif saat sakit di RSUD Purut. Ada yang tertular dari orang tuanya yang jadi guru dan mengajar di SDKebonsari,” imbuhnya.

Meskipun begitu, Shierly memastikan bahwa dari 21 guru dan murid tersebut tidak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Mereka terkonfirmasi positif Covid-19 namun tanpa gejala atau OTG.

“Karena tanpa gejala, semuanya diisolasi di rumah masing-masing. Apalagi ada yang masih anak-anak juga,” pungkasnya.

Tags: covid-19Kota Pasuruanpembelajaran tatap mukasekolah
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo, saat dikonfirmasi awak media.

Terlambat Dibawa ke Rumah Sakit, Satu Pasien DBD di Tuban Meninggal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID