• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Seniman Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Pengunjung saat menikmati pameran solidaritas untuk warga Desa Wadas Jateng di Galeri Raos Kota Batu, Jawa Timur. Senin (14/02/2022).(Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Respons Konflik Agraria Warga Wadas Jateng, Seniman Kota Batu Gelar Pameran Lukisan dari Bungkus Kopi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Sebanyak 22 seniman dari berbagai daerah menyuarakan keberpihakannya pada warga lewat sebuah pameran bertajuk “Kepada Tanah; Hidup dan Masa Depan Wadas, termasuk seniman Kota Batu. Hal ini adalah bagian dari suara seniman terkait konflik agraria yang tengah berkecamuk di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Pameran itu diselenggarakan secara maraton di 6 kota. Mulai dari Bali, Semarang, Jakarta, Bandung, Jogja, dan Kota Batu, Jawa Timur, tepatnya di Galeri Raos. Pameran itu digelar jejaring solidaritas Jogja berkolaborasi dengan 22 seniman dan warga Desa Wadas sejak 12-17 Februari 2022.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Seniman Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Seniman Kota Batu gelar pameran karya lewat bungkus kopi di Galeri Raos Kota Batu, Jawa Timur. Senin (14/02/2022).(Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Pameran ini berupa karya dalam kemasan berisi biji kopi robusta Desa Wadas. Para seniman melukis langsung kemasan bagian depan dengan berbagai rupa dan warna. Sementara di sisi belakang kemasan terdapat teks berisi tentang keterangan singkat mengenai latar belakang kopi dan Desa Wadas.

”Seluruh karya seni ini dilelang mulai harga Rp400 ribu. Semua hasil lelang akan didonasikan untuk membantu aktivitas warga di sana yang kini tengah berjuang mempertahankan tanahnya,” ungkap Ahmad Kholili, salah satu perwakilan seniman Kota Batu saat ditemui pada Senin (14/02/2022).

Seniman Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Tulisan panjang yang menceritakan kronologi konflik agraria di Desa Wadas Jateng saat menggelar pameran di Galeri Raos Kota Batu, Jawa Timur. Senin (14/02/2022).(Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Dia mengatakan, pameran ini mengambil objek utama kopi Wadas, mengingat kopi adalah sumber penghasilan utama warga Desa Wadas. Dia melanjutkan, biji kopi ini dirawat, dipanen, dan diolah warga Desa Wadas secara turun-temurun oleh petani sejak ratusan tahun lalu. Namun, sejak 5 tahun terakhir, kehidupan dan segala aktivitas warga di sana mulai berubah karena lokasi perbukitan masuk dalam lokasi rencana penambangan untuk material Bendungan Bener.

Dalam dokumen amdal, penambangan untuk material Proyek Strategis Nasional (PSN) itu akan menggunakan metode blasting (peledakan) dinamit sebanyak 5.300 ton selama 30 bulan. Penambangan tersebut akan menjarah 15,53 juta meter kubik batuan andesit pada lahan seluas 114 ha dengan kedalaman 40 meter.

Menanggapi hal itu, warga menolak dan berupaya menggagalkan rencana tersebut dengan berbagai cara. Namun, semua upaya itu menemui jalan buntu. Bahkan, sejumlah warga dan tokoh di sana mendapatkan intimidasi hingga kekerasan langsung. Seperti yang terjadi dalam peristiwa 23 April 2021 di Desa Wadas.

”Warga tetap bertahan dan menolak pergi dari tanah mereka, meski kemudian banyak dari mereka (tokoh masyarakat, red) kemudian ditangkap. Kami sebagai seniman ikut prihatin dan bersolidaritas,” ujar Kholili.

Seniman Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Ahmad Kholili, salah satu perwakilan seniman Kota Batu saat ditemui pada Senin (14/02/2022).(Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Selain seniman Kota Batu menggelar pameran, Kholili melanjutkan, nanti juga akan digelar diskusi membahas isu-isu konflik agraria untuk memperluas napas gerakan kepedulian dan keselamatan lingkungan. Rencananya, diskusi akan digelar pada 16 Februari 2022.

”Kami meyakini Wadas bukan satu-satunya ruang hidup yang mengalami ancaman. Kami berharap dari ini tidak ada lagi konflik-konflik agraria terjadi di daerah lain,” ujarnya.

Harapan senada dikatakan seorang pengunjung, Indri Dwi, 22, yang menyayangkan atas terjadinya konflik agraria yang bukan kali pertama terjadi. Sebagai anak muda, dia ingin agar konflik tanah ini bisa diselesaikan dan ditangani dengan baik, bukan dengan intimidasi dan kekerasan.

”Sebaiknya masalah-masalah di Wadas ini bisa segera diselesaikan dan ditangani dengan baik. Gak usah pakai kekerasan dan intimidasi gitulah,” ucapnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini juga dipamerkan sebuah tulisan panjang di tembok galeri. Isinya kronologi dan penjelasan terkait sepak terjang perlawanan warga Desa Wadas. Pesan pameran ini ditutup dengan manis lewat coretan “Tanah adalah daging, air adalah darah dan batu adalah tulang”.

Tags: Berita Kota BatuBerita pameran lukisanDesa Wadas JatengJawa TengahKonflik agariaKonflik agaria warga Wadas JatengKonflik agrariaKota BatusenimanSeniman Kota Batu
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
durian kosong. (Foto: Tangkapan layar video warga/Tugu Jatim)

Viral Durian Kosong, Modus Pedagang Pasar Wisata Masjid Cheng Ho Pasuruan Tipu Pembeli Pakai Lem Alteco

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID