• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gedung Balai Kota Malang. (Foto: Pemkot Malang)

Gedung Balai Kota Malang. (Foto: Pemkot Malang)

Sejarah Desain Gedung Balai Kota Malang yang Berawal dari Sayembara

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Featured, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sudah berusia hampir 91 tahun, gedung Balai Kota Malang rupanya menyimpan sejarah tersendiri. Menurut Pakar Sejarah Universitas Negeri Malang (UM), Dr. R. Reza Hudiyanto, M. Hum, gedung tersebut didirkan pertama kali oleh Wali Kota Malang pertama Malang H. I. Bussemaker.

“Pada saat itu, Balai Kota Malang masih mengontrak sebuah rumah kecil di sekitar Gereja Katedral Kayutangan atau Gereja Katolik Kayutangan,” katanya mengawali kisah sejarah itu.

You might also like

Bom.

Evakuasi Dramatis Bom Udara 100 Kg di Blitar Berakhir, Polisi Pilih Langsung Disposal

09/07/2026 8:32 PM
Bom di Blitar.

Terimpit Batu Besar, Benda Diduga Bom di Blitar Peninggalan Perang Sulit Dievakuasi

09/07/2026 4:27 PM
Kemudian, lanjut Reza, seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk semakin banyak. Pelayanan publik mulai kewalahan. Akibatnya, beberapa layanan tidak tertampung dengan maksimal. Seperti water leading, bagian pertanahan hingga bagian pasar pun harus berada di tempat terpisah.

Baca Juga: Apa Anda Sudah Terdaftar sebagai Penerima Vaksin COVID-19? Yuk, Cek Situs Ini!

Hal tersebut yang kemudian mendorong H.I Bussemaker, mengusulkan ide agar didirikan sebuah bangunan Gemeentehuiz (balai kota) yang mengakomodir pelayanan masyarakat. Sekaligus mengatasi masalah perkembangan kompleksitas masyarakat di Kota Malang.

Tak sampai di situ, untuk mencari desain yang tepat. Pemerintah Kota Malang membuat sebuah sayembara agar mendapatkan hasil terbaik.

“Ini sebenarnya merupakan hasil sayembara dari pemerintah Kota Malang. Waktu itu yang menjadi wasit adalah Hoofd Van Landsgebouwdients. Kemudian, Dinas Bangunan Pemerintah namanya Ir. W. Lemei, dia mengadakan sayembara dan ada 22 desain gambar yang masuk. Namun dari 22 desain itu (hanya) 3 yang lolos. Sehingga pada tanggal 14 Januari 1927 diputuskan dari panitia bahwa pemenang dari desain itu adalah Ir. H. F Horn, seorang arsitek dari semarang. Yang waktu itu desainnya diberi judul ‘Voor de Burgers van Malang’ yang berarti ‘Untuk Warga Kota Malang’,” bebernya

Jika diurutkan, usulan pendirian bangunan ini sudah ada sejak tahun 1926. Namun, desainnya selesai pada 1927. Sontak, proyek langsung dikerjakan dan selesai pada bulan November, 1929. Selanjutnya, diresmikan sekaligus beroperasi pada masa jabatan Wali Kota kedua, yakni Ir. Voorneman.
Di samping itu, menurut Reza, desain gedung Balai Kota Malang mempunyai karakteristik yang unik. Lantaran, dibangun mengikuti lengkungan Alun-Alun Bundar yang pada waktu itu bernama ‘J. P. Coen Plein’.

Baca Juga: Erick Thohir: Pakai Mobil Listrik, Jakarta-Bali Hanya Rp 200 Ribu

Konsepnya, merupakan desain yang memadukan konsep alam dan konsep integrasi antara fungsi pemerintah, fungsi politik, pendidikan dan ekonomi.
Di mana, dapat terkoneksi dengan berbagai tempat strategis di sekitarnya. Seperti, HBS (Hoogere Burger School) yang merupakan sekolah elit pada masanya. Di mana hanya orang Eropa dan orang-orang pribumi ningrat yang bisa sekolah di situ.

Kemudian, terhubung dengan Jalan Besar, Daendels Boulevard (Jalan Kertanegara). Lalu, terhubung dengan jalan menuju stasiun Kota Malang.

“Kalau saya melihat stasiun Kota Malang sebagai fungsi ekonomi. Kemudian pendidikan sebagai fungsi sosial dan bangunan (Balaikota) ini sebagai fungsi politik. Ini kemudian menjadi sentral dari sebuah aktivitas atau sistem pemerintahan di Kota Malang pada era kolonial,” tandas dia. (fen/gg)

Tags: bangunan heritagecagar budayakawasan cagar budayaKota MalangMalang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bom.

Evakuasi Dramatis Bom Udara 100 Kg di Blitar Berakhir, Polisi Pilih Langsung Disposal

by Dwi Linda
09/07/2026 8:32 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Benda diduga bom pesawat yang terjepit di aliran sungai lahar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, akhirnya berhasil dievakuasi...

Bom di Blitar.

Terimpit Batu Besar, Benda Diduga Bom di Blitar Peninggalan Perang Sulit Dievakuasi

by Dwi Linda
09/07/2026 4:27 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Evakuasi benda diduga bom pesawat udara aktif peninggalan era perang di aliran Sungai Lahar, Kecamatan Sukorejo, Kota...

JFC

JFC 2026 Tampil Beda! VVIP dan Wisatawan Kini Bisa Ikut Parade, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:51 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar pada 24-26 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai inovasi baru. Festival busana...

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:32 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – DPRD Tuban menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan tersebut,...

Next Post
Ilustrasi angin puting beliung. BMKG Imbau Masyarakat Surabaya Mulai Waspada Bencana Puting Beliung

Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Sumenep

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID