• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mochammad Saifullah, mahasiswa UM yang juga pendiri usaha jasa packing.

Mochammad Saifullah, mahasiswa UM yang juga pendiri usaha jasa packing. (Foto: Dokumen/Moch. Saiful)

Cerita Mahasiswa UM Dirikan Jasa Packing Barang, Tak Pernah Dapat Nilai C

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in Featured, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mochammad Saifullah, Sosok Dibalik Suksesnya Jasa Packing Barang Anak Kos Lewat Online Pertama di Malang

Tugujatim.id –  Namanya Mochammad Saifullah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Sosok yang boleh dibilang inspiratif bagi para mahasiswa. Betapa tidak, di tengah kesibukannya menjalani aktivitas kuliah, dia bisa berkreasi mendirikan jasa packing barang anak kos lewat online pertama di Malang.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Ditemui di sela-sela kesibukannya di Kampus UM, pemuda yang akrab disapa Saiful itu menceritakan pengalamannya mendirikan usaha jasa yang telah banyak memberikan cuan tersebut.

Semua itu berawal di  liburan semester 2 tahun 2020 lalu. Sebuah ide terbersit di benak Saiful untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat tetapi tidak perlu bekerja untuk orang lain.

Lalu dia bersama keempat temannya dari Jurusan Sastra Arab, terinspirasi dari akun Instagram di Yogyakarta yang menawarkan jasa packing baju dan barang mahasiswa. Diapun menawarkan diri untuk berkolaborasi dengan usaha jasa dari Yogyakarta tersebut.

“Setelah berkonsultasi dengan jasa di Yogyakarta, kami mendaftarkan nama kami ke Jasa Packing Indonesia agar jasa kami terstock ke daftar pencarian utama dan cepat terkenal. Ternyata, memang benar di Malang sendiri belum ada jasa packing yang sasarannya mahasiswa,” ujar mahasiswa 22 tahun itu.

Usaha jasa itu terbukti berguna bagi mahasiswa. Pria penyuka pencak silat itu kebanjiran pelanggan, terlebih saat masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan banyak mahasiswa meninggalkan kos untuk waktu yang lama.

Saiful membagi 3 tim dan merekrut 2 tambahan pekerja. Masing-masing orang bekerja selama 8-13 jam nonstop pada hari libur. Dalam sehari, Saiful dan tim bisa meraih keuntungan hingga Rp 3 juta.

“Pada Senin-Jumat, dikarenakan memprioritaskan kuliah, kami hanya membatasi hingga 5 orderan saja,” ujar sosok asli Malang tersebut.

Bahkan, saking memprioritaskan pendidikan terlebih dahulu, mereka sepakat untuk mengambil jadwal kuliah hanya di pagi hari saja, mulai dari pukul 07.00-12.00 WIB. Selebihnya mereka manfaatkan waktunya untuk bekerja.

Mochammad Saifullah saat berpidato di salah satu acara.
Mochammad Saifullah saat berpidato di salah satu acara. (Foto: Dokumen)

Kini, jasa yang didirikan Saiful terus berjalan. Namun demi fokus pada kuliah dan organisasi, dia dan teman-temannya menunda membesarkan nama jasa mereka. Mereka membuat rencana yang lebih matang saat sudah lulus nanti.

“Rencananya, kami mungkin akan membangun kantor dengan uang kas yang sudah terkumpul. Dan kami juga akan meluaskan cakupan bukan hanya jasa packing tetapi jasa mencarikan mahasiswa baru tempat kos dan antar-jemput mahasiswa dari bandara ke kos,” ungkap mahasiswa yang juga Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas (DMF) Sastra UM itu.

Enjoy adalah Kunci

Saat ditanya apakah dia kewalahan dengan kuliah sambil menjalang usaha jasa packing barang? Mahasiswa dengan hobi fotografi itu mengungkap semuanya harus stabil dan dibawa senang.

“Saya tidak kewalahan menjalani semua itu. Semua step saya buat have fun. Ada kalanya saya jenuh sebagai manusia biasa dan merasa terlalu sibuk, tetapi hal itu tidak pernah berpengaruh terhadap kuliah saya. Selama ini saya Alhamdulillah tidak pernah mendapat nilai C,” kata alumni Pondok Pesantren Ibadurrahman Al-Islamy.

Sementara, untuk menyeimbangkan organisasi, kuliah, dan kerja, Saiful menyarankan untuk pintar membagi fokus sesuai apa yang sedang dijalani dan menikmati prosesnya.

Menurutnya, memikirkan dan melakukan segala hal secara bersamaan hanya akan membebani pikiran, oleh karena itu fokus terhadap satu hal adalah kunci dari menikmati proses berorganisasi sambil kerja.

Di akhir wawancara, Saiful berpesan untuk mengenal potensi dan kapasitas diri sendiri. Menurutnya, semua organisasi yang diikuti harus dipertanggungjawabkan dengan sama rata. Jika merasa tidak yakin bisa menangani banyak organisasi dan jabatan yang diemban, maka harus mengira-ngira kompetensi diri sendiri dan mampu atau tidak terlebih dahulu.

“Bagi saya, organisasi itu pemicu api semangat karena disana adalah wadah saya bertemu teman-teman untuk bertukar pikiran, bercanda-tawa, dan lepas sejenak dari kepenatan dunia kuliah,” pungkas pemuda yang juga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang itu.

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Jasa Packing Barangkisah inspiratifMahasiswa UMMochammad Saifullah
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Apel Mas untuk registrasi anggota secara online di Perpustakaan Umum Kota Malang.

Asyik, Masuk Perpustakaan Umum Kota Malang Tak Perlu KTA dan Reservasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID