• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sarekat Islam. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

Plakat emas yang berisikan Sejarah Rumah HOS Tjokroaminoto yang dipajang di halaman rumah Jalan Peneleh VII, Senin (15/08/2022). (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

Sejarah Organisasi Sarekat Islam, Lambungkan Nama HOS Tjokroaminoto hingga Miliki 500 Ribu Anggota

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Sarekat Dagang Islam (SDI) yang kini berubah nama menjadi Sarekat Islam merupakan organisasi berhaluan Islam yang dulunya bergerak di bidang perdagangan. SDI pun terbentuk di Solo pada 1911 oleh Haji Samanhudi.

Pada 1912 atas dasar pemikiran Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto atau yang akrab disapa HOS Tjokroaminoto yang mengatakan, penggunaan nama “Dagang” dalam Sarekat Dagang Islam dapat membuat organisasi ini susah untuk berkembang. Jadi, organisasi ini berubah nama menjadi Sarekat Islam. Kepemimpinan Tjokroaminoto pun sangat banyak memberikan pengaruh terhadap organisasi ini.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Jumlah anggota yang awalnya hanya 20 orang, saat HOS Tjokroaminoto menjadi ketua Sarekat Islam bertambah pesat hingga mencapai 500.000 orang sehingga ini merupakan puncak dalam sejarah perjalanannya.

HOS Tjokroaminoto memang tokoh pergerakan nasional yang terkenal akan jasanya kepada masyarakat pribumi. Dia merupakan keturuan priyai dan ulama sehingga dirinya dapat bersekolah di OSVIA (Opleiding School Voor Inslandche Ambtenaren), yaitu sekolah yang direncanakan untuk menghasilkan pegawai pemerintah pribumi.

Setelah lulus dari sekolah tersebut, banyak pertanyaan yang muncul akan sistem pemerintahan Belanda yang menuntut agar masyarakat Jawa tunduk terhadap aturan. Kemudian Tjokroaminoto dikenalkan dengan Organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) kala itu.

Sarekat Dagang Islam saat itu merupakan organisasi yang bertemakan Islam dan bergerak dalam faktor ekonomi, yakni persaingan perdagangan batik di Solo dengan golongan pedagang dari Cina. Organisasi ini mudah diterima karena mampu mengangkat permasalahan masyarakat pribumi terhadap sistem pemerintahan Belanda yang memunculkan banyak kegelisahan.

Banyak masyarakat pribumi yang menganggap Sarekat Dagang Islam sebagai alat dalam membela diri terhadap pihak pemerintah Belanda hingga terhadap masalah dagang batik yaitu pedagang Cina yang telah merugikan pada pedagang pribumi di Solo.

Pendirian Sarekat Islam ini tidak hanya semata-mata untuk perlawanan terhadap pedagang Cina, tapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap semua penindasan yang dirasakan pribumi.

Hal ini sangat selaras dengan pemikiran Tjokroaminoto yang sangat memperhatikan pribumi sehingga Haji Samanhudi memintanya untuk memimpin organisasi Sarekat Islam yang pada saat itu tengah membuka cabang di Surabaya. Harapannya dapat mengemudikan organisasi tersebut dengan baik melihat kemampuan Tjokroaminoto yang memiliki kharisma yang baik dan berlatar pendidikan yang baik pula.

Pada 1912, pertemuan antara Sarekat Dagang Islam dengan Tjokroaminoto pun dilaksanakan dengan dijelaskan mengenai tujuan organisasi, visi, dan misi membuat dia bersedia memimpin Sarekat Islam. Pada saat itu mulailah kiprah Tjokroaminoto sebagai pemimpin organisasi Sarekat Islam yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat pribumi dan pemerintah Belanda.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Guru Pendiri BangsaHOS TjokroaminotoKiprah Raden Hadji Oemar SaidKota Surabaya hari iniOrganisasi Sarekat Dagang IslamOrganisasi Sarekat IslamRaden Hadji Oemar SaidSarekat Dagang IslamSarekat IslamSejarah organisasi Sarekat Islam
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Bawaslu Kota Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Buka Posko Aduan Masyarakat Pemilu 2024, Bawaslu Kota Pasuruan Waspadai Pencatutan Nama Sepihak di Sipol

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID