• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
maulidia tugu jatim

Yudisi terbaik program S-1 di Yudisium Al-Qolam periode 2021-2022, Maulidia. Foto: dok Al-Qolam

Kiat Jitu Maulidia Jadi Yudisi Terbaik Program S-1 Al-Qolam

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Maulidia merupakan mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris yang terpilih menjadi yudisi terbaik program S-1 di Yudisium Al-Qolam periode 2021-2022 pada 17 September 2022. Maulidia berhasil lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00.

Menurut Maulidia, keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama semua orang. Orang tuanya yang selalu mendukung dan mendoakannya, bapak/ibu guru yang memberikan ilmu dan mendoakannya, dan kemauannya untuk terus berusaha dan tidak pernah menyerah. Seperti kisah orang-orang sukses, bahwa tak ada kesuksessan tanpa perjuangan. Begitupun dengannya.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Maulidia menceritakan perjuangannya untuk berkuliah. Ia masih ingat betul, hari di mana ia naik angkot bersama bapak untuk mengikuti tes SBMPTN di Kota Malang. Tapi sayang, takdir berkata lain. Ia dinyatakan tidak lolos dalam seleksi SBMPTN. Akhirnya, ia memutuskan berkuliah di Al-Qolam.

Masuk Al-Qolam adalah kali pertama ia megang handphone. “Saya selama satu minggu, belajar mengoperasikan handphone itu. Saya bener-bener buta gadget. Bahkan dulu saat SMA-pun, saat saya dipinjami handphone teman, saya memilih melihat saja, daripada mengoperasikannya. Pertama karena saya takut rusak. Kalau rusak, uang dari mana untuk menganti. Kedua, karena saya memang tidak bisa dan tidak tahu. Bahkan, saat saya beli handphone itu, saya minta ajari mbak-mbak yang ada di-counter,” kenang perempuan berkerudung mustrad itu.

Terkait kiat-kiat yang dapat mengantarkannya sampai di titik ini, menjadi lulusan terbaik dari puluhan teman yang lain, dia tampak kebingungan. Tersenyum dan berpikir panjang. Ia bukan sosok yang aktif di kelas, bukan sosok organisatoris yang dikenal oleh banyak orang. Ia mengaku hanyalah mahasiswi yang biasa-biasa saja.

“Apakah ini termasuk kiat-kiat atau bukan, tapi saya itu selain berusaha semaksimal mungkin, yang tidak kalah penting adalah meminta ridho dari orang tua dan bapak/ibu guru kita. Ridho dari mereka inikan bisa kita dapatkan dengan mematuhi beliau, membantu pekerjaan beliau, dan yang paling penting ikhlas untuk mengabdi kepada beliau” bebernya.

“Misal, ketika orang tua kita meminta bantuan, kita harus ikhlas membantu. Atau mungkin, bapak/ibu guru kita keberatan membawa buku, kita dengan ikhlas membantu beliau. Semua itu harus dilakukan dengan ikhlas. Sebab, keridhoan dari orang tua dan barokahnya ilmu dari bapak/ibu guru kita, itu penting sekali,” imbuhnya sambil tersenyum.

Maulidia juga menyampaikan bahwa mencari barokah guru itu jauh lebih penting daripada sekedar mencari ilmu. Dengan ilmu, kita bisa menjadi pintar. Tapi tanpa dibarengi dengan barokah dari bapak/ibu guru, ilmu kita tidak akan bermanfaat untuk umat.

“Setiap hari, mau pergi ke manapun saya selalu cium tangan kedua orang tua saya dan selalu meminta doa, ‘Pak, Bu, nedi pandungane, mugi slamet.’ Saya tidak minta apa-apa selain ‘slamet’ ini, Mbak. Sebab kata inikan maknanya luas. Ya, mungkin, keberuntungan yang saya dapatkan hari ini, ini karena doanya ‘slamet’ dari orang tua saya,” pungkasnya sambil berkaca-kaca.(*)

Tags: al-qolammaulidiayudisi terbaik al-qolam
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
iwan catur

Iwan Catur Gantikan Suhendri Jadi Kajari Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID