Akses Jembatan Glendeng Masih Putus, Pengusaha Keluhkan Biaya Operasional

  • Bagikan
Jembatan Glendeng yang menghubungkan Tuban dan Bojonegoro yang masih juga selesai diperbaiki. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)
Jembatan Glendeng, penghubung Tuban dan Bojonegoro. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Tuban – Longsornya jembatan Glendeng yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro membuat masyarakat mengeluh. Sebab masyarakat yang lalu lalang lewat jembatan tersebut kini harus memutar jauh. Saat ini, kondisi jembatan hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat dialihkan melalui Ponco Parengan untuk bisa sampai ke Bojonegoro.

Selain dampak pandemi, dilarangnya roda empat melintas jembatan, membuat masyarakat merasakan biaya operasional kerja yang membengkak.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Ruang Isolasi COVID-19 di Sejumlah Rumah Sakit Surabaya Mulai Penuh

Pasalnya jembatan yang menghubungkan dua kabupaten ini menjadi akses yang mudah untuk mengantarkan barang. Jika tidak segera diperbaiki, dipastikan ongkos kerja juga bertambah.

Hal itulah yang dialami CV Aqila Jaya, yang biasa mengambil pengiriman barang dari Jogja di Bojonegoro. Kini, dengan akses yang terputus, pihaknya merasa merogoh kocek lebih mahal. Dikarenakan mengambil jalan lebih jauh.

Suasana perbaikan di Jembatan Glendeng Tuban-Bojonegoro usai longsor. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Imam pimpinan CV Aqila Jaya merasa keberatan dengan kondisi ini yang berlarut-larut. Apalagi dengan kondisi pandemi yang sudah mencekik harus ditambah pengeluaran pembiayaan lebih untuk menambah akomodasi.

“Kalau sekarang harus muter jauh dulu. Ongkos operasional jadi membengkak,” ujar Imam.

Pihaknya hanya bisa pasrah dengan keadaan, sebab belum diketahui secra pasti, sampai kapan jembatan dilintasi oleh kendaraan roda empat. Saat ini hanya terlihat roda dua saja yang melewati jembatan.

“Masa seperti ini terus, bisa-bisa rugi mas,” tambahnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, 500 Warga Terpaksa Mengungsi

Di lain pihak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi belum bisa memberikan keterangan banyak, sebab sampai saat ini, masih dilakukan koordinasi terus dengan tim teknis.

Untuk diketahui, penanggulangan sementara dengan penguatan sabuk jembatan di sisi sebelah utara yang mengalami pengikisan. Untuk pembiayan sementara diikutkan anggaran pengerjaan proyek perbaikan jalan Soko-Simo melalui dana P-APBD 2020.

Menanggapi persoalan ini, Anggota Komisi IV DPRD Tuban, Mukaffi Makky mengatakan, pihaknya bersama dinas terkait telah menyurvei jembatan Sabtu (21/11) Jika tidak segera diperbaiki kasihan masyarakat. Karena ongkos kerja juga bertambah.

“Saya selaku komisi IV di bidang pembangunan sudah mengkoordinasikan dengan Dinas PUPR, tentunya ini demi percepatan pembangunan jembatan tersebut,” tutur Gus Kaffi sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Gus Kaffi menyampaikan, Seni (23/11) lalu seluruh jajaran Dinas PUPR Kabupaten Tuban dan Dinas PUPR provinsi Jatim sudah melakukan rapat percepatan rehabilitasi jembatan Glendeng. Sehingga bisa segera di lewati masyarakat.

Baca Juga: Stadion Gelora Bung Tomo Siap Sambut Piala Dunia U-20, Renovasi Rampung Desember

“Kami sudah menerima aspirasi masyarakat, target penyelesaian satu minggu. Agar secepatnya bisa digunakan masyarakat,” tambah Gus Kaffi.

Disinggung soal progres pembangunan Gus Kaffi menjelaskan, untuk progres belum ada laporan lanjutan. Namun dari pihak terkait tetap kita dorong untuk percepat.

“Kasihan jika masyarakat terlalu lama memutar jauh. Sehingga kami usahakan secepatnya,  ini (1/12) kita mau adakan rapat koordinasi lagi degan seluruh jajaran, baik Dinas PUPR Tuban dan Provinsi Jatim,” tutup Gus Kaffi.

Sebatas diketahui, Jembatan Glendeng mengalami longsor yang diakibatkan oleh pengikisan air sungai Bengawan Solo. Kendaran roda empat maupun besar belum diperkenankan untuk melintasi jembatan, demi keselamatan pengguna jalan. Yang boleh lewat hanya roda dua dan tiga. (Moch Abdurrochim/gg)

  • Bagikan