TUBAN, Tugujatim.id – Alat pengolah sampah menjadi bahan bakar seharga Rp3 Miliar siap mendarat di Tuban.
RDF merupakan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan bahan bakar alternatif padat dari limbah nonorganik. Hasil olahan ini nantinya dapat digunakan sebagai pengganti batu bara untuk industri besar seperti pabrik semen dan pembangkit listrik.
Alat pengolah sampah tersebut kini tengah dalam tahap perakitan dan dijadwalkan tiba di Tuban pada akhir Oktober ini. Jika tak ada kendala, mesin itu akan mulai beroperasi pada awal November mendatang.
“Pengadaannya sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu alatnya datang. Sembari menunggu, kami menyiapkan bangunan tempat untuk menampung mesinnya,” ujar Kepala DLHP Tuban, Anthon Tri Laksono, Jumat (10/10/2025).
Menurut Anthon, lokasi pemasangan alat RDF memang harus disiapkan dengan matang. Pasalnya, mesin tersebut tidak boleh terkena air hujan dan harus berada di dalam ruangan tertutup agar bisa beroperasi optimal.
Meski belum bisa membeberkan secara detail spesifikasi teknis alat, Anthon memastikan kapasitas pengolahannya cukup besar. “Yang jelas nanti banyak sampah yang bisa diolah jadi bahan bakar alternatif,” ucapnya.
Rencananya, setelah alat RDF siap beroperasi pada November mendatang, DLHP Tuban akan mengundang pihak swasta yang selama ini menjadi pengguna batu bara, seperti Semen Indonesia Group (SIG) dan Solusi Bangun Indonesia (SBI). Harapannya, hasil olahan sampah dari Tuban bisa diterima dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti.
“Saat mulai produksi nanti, kami akan mengajak pihak perusahaan untuk melihat langsung proses pengolahannya,” tambah mantan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Tuban itu.
Lebih lanjut, Anthon menjelaskan bahwa RDF akan dipusatkan di kawasan Gunung Panggung. Jika berjalan lancar, pada 2026 RDF hasil produksi Tuban diharapkan sudah bisa diserap oleh industri semen maupun perusahaan energi lain di sekitar wilayah.
“Komunikasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut sudah kami lakukan. Paling tidak, tahun depan RDF dari Gunung Panggung bisa masuk dan dimanfaatkan oleh pihak swasta,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








