Anggota Terduga Kelompok Aliran Sesat Diusir dan Dilarang Lakukan Aktivitas Keagamaan di Wilayah Pasuruan - Tugujatim.id

Anggota Terduga Kelompok Aliran Sesat Diusir dan Dilarang Lakukan Aktivitas Keagamaan di Wilayah Pasuruan

  • Bagikan
Anggota terduga kelompok aliran sesat. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Kondisi bekas warung Family di Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, kini sepi setelah diusirnya anggota kelompok aliran sesat, Selasa (17/05/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Sejumlah anggota terduga kelompok aliran sesat di Kabupaten Pasuruan diusir dari bekas warung makan “Family” di Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo.
Sebanyak lima anggota kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam itu dilarang melakukan aktivitas keagamaan kembali.

Anggota terduga kelompok aliran sesat itu dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Kades Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, Mustain Romli mengungkapkan, tempat berkumpulnya terduga kelompok aliran sesat itu sempat digeruduk warga pada Minggu (15/05/2022).

“Disinyalir kegiatannya nggak benar, ada grup kelompok massa yang datang ke sana. Warga pinginnya anggota terduga kelompok aliran sesat itu keluar karena takut merembet hingga memengaruhi warga,” ujar Mustain saat dikonfirmasi pada Selasa (17/05/2022).

Menurut Mustain, para anggota terduga kelompok aliran sesat itu tidak pernah izin ke warga. Awalnya dia hanya dapat laporan warga yang resah karena ada sekelompok laki-laki dan perempuan tinggal dalam satu rumah.

“Sudah dua bulan sejak awal Ramadhan di sini. Saya itu merapat ke sana karena ada laporan warga, ada tiga laki-laki dan dua perempuan tinggal bersama. Apalagi sebagian bukan warga sini,” imbuhnya.

Mustain menambahkan, jika hanya ada dua warga desanya yang memang sudah lama tinggal di bekas rumah makan tersebut. Sementara tiga laki-laki lain merupakan warga luar desa.

“Saya tanya identitasnya, pekerjaanya apa, kegiatannya apa, jawabnya cuma disuruh ke sini sama Pak Mahfudiyanto. Saya tanya terus, malah bahas Al-Qur’an. Dari situlah ketahuan,” ungkapnya.

Karena itu, demi menghindari bentrokan, 5 anggota kelompok yang mengingkari hadis dan syahadat itu pun diminta untuk pergi dari bekas warung makan Family sampai saat ini. Berdasarkan pantauan Tugu Jatim, kondisi bekas warung makan Family ini pun terlihat sepi dan tak terlihat aktivitas apa pun pada Selasa (17/05/2022).

“Saya lapor muspika untuk segera datang karena takut terjadi lebih lebar kasusnya. Harapannya mereka diberi bimbingan biar tidak meluber ke masyarakat,” ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan