BATU, Tugujatim.id – Apa sih yang Anda pikirkan ketika menyebut nama Pasar Bunga Sidomulyo, Kota Batu? Barangkali Anda akan berpikir di sana adalah surganya tanaman hias. Apalagi bagi Anda pencinta tanaman hias pasti tak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke sana, terutama berburu anggrek bulan. Sebab, tempat yang beralamat di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kota Batu, ini menyajikan berbagai koleksi bunga dengan harga yang terjangkau, terutama untuk anggrek bulan yang menjadi primadona.
Salah satu penjual bunga bernama Suprapti mengatakan, tanaman bunga yang paling banyak diburu pembeli adalah anggrek bulan. Meski harganya lumayan mahal, dia melanjutkan, tetap saja bunga ini menjadi incaran pembeli karena motifnya yang cantik.
“Jenis anggrek di tempat saya, ada anggrek bulan, anggrek denrobium, anggrek vanda, dan anggrek onsidium. Untuk harga anggrek bulan kisaran hingga Rp125 ribu. Anggrek yang lainnya sekitar Rp60 ribu-Rp80 ribu. Dan yang paling dicari pembeli adalah anggrek bulan karena coraknya warna-warni. Untuk pendapatan per hari sekarang sekitar Rp1 juta,” tuturnya pada Selasa (29/03/2022).
Dia juga mengatakan, untuk perawatan anggrek bulan maupun anggrek lainnya harus di tempat teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Sedangkan penyiramannya cukup dilakukan dua kali dalam seminggu.

Untuk proses budidayanya, mulai dari pembibitan sampai berbunga itu memakan waktu dua tahunan. Dia menyatakan bunga anggrek itu tidak terpengaruh dengan cuaca asalkan disimpan di tempat yang memiliki naungan.
Menurut dia, bibit bunga yang didapatkan bukan saja berasal dari Jawa Timur, tapi ada beberapa jenis bunga yang didatangkan dari luar kota.

“Ini kan saya datangkan yang sudah jadi. Saya tinggal menjual bunga yang sudah jadi. Stok bunganya ada yang berasal dari Jatim hingga didatangkan dari Bandung yang warnanya tidak sama seperti yang ada di sini,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, untuk jumlah pengunjung lebih ramai datang pada hari libur atau di akhir pekan.
“Biasanya pengunjung datang pada Sabtu-Minggu. Selain melayani pembeli dengan pembelian eceran, biasanya juga langsung diborong untuk dijual kembali paling sedikit 10 pot. Untuk promosinya juga biasa melalui media sosial dengan membuat postingan,” imbuhnya.
Sementara itu, penjual lainnya bernama Dendri mengatakan, tempat ini dulunya merupakan lahan tandus. Untuk memperindah tempat ini, Pemkot Batu memfasilitasi masyarakat dengan menyulapnya menjadi tempat wisata bunga.

“Dulu ini kan lahan tandus ya, sama pemerintahnya dulu, Pak Imam Kabul mantan wali Kota Batu yang kali pertama merintis bagaimana agar jalannya kelihatan bagus,” ujarnya.
Untuk diketahui, para wisatawan Kota Batu memang disuguhi berbagai macam tanaman bunga di sisi kiri dan kanan ruas jalan Desa Sidomulyo. Sebab, Pemkot Batu memang memfasilitasi warga untuk menjadikan ini sebagai tempat penjualan bunga bagi petani. Mereka pun bisa menjual bunga apa saja sehingga tempat ini terkenal dengan wisata bunganya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








