SURABAYA, Tugujatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasang sirene dan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk mengantisipasi terjadinya gempa megathrust di sepanjang pesisir pantai selatan.
“BPBD dan BMKG sudah melakukan pemasangan-pemasangan heliponik sistem serta juga ada pemasangan sirene yang ditempatkan di pesisir pantai selatan,” kata Kepala BPBD Jatim Gatot Soebroto.
EWS dipasang oleh BPBD Jatim di sepanjang pesisir pantai selatan untuk meminimalisasi tingginya jumlah korban jiwa jika sewaktu-waktu gempa megathrust terjadi. Apalagi, pantai selatan menjadi area yang paling banyak dikunjungi masyarakat.
Baca Juga: Potensi Gempa Megathrust di Jatim, Dampak Terbesar Diprediksi di Wilayah Banyuwangi-Pacitan
“Sehingga perlu dipasang sirene, juga dipasang EWS juga dipasang rambu-rambu evakuasi. Karena apabila itu terjadi, maka orang lokal maupun orang yang luar dari wilayah tersebut bisa menyelamatkan diri sesuai dengan petunjuk yang ada di rambu-rambu tersebut,” bebernya.
Selain itu, BPBD Jatim juga melakukan pengawasan terhadap gedung-gedung atau perumahan agar sesuai dengan konstruksi layak didirikan di wilayah rawan gempa. Hal ini untuk meminimalisasi timbulnya kerusakan bangunan akibat dari gempa.
“Kita berharap itu hanya menjadi potensi, jangan sampai terjadi. Kalau sampai terjadi, kita berharap juga dengan apa yang dilakukan, semoga bisa meminimalisasi korban jiwa atau kerusakan,” sambungnya.
Baca Juga: Jamin Kenyamanan, DLHP Tuban Usul Penambahan 2.703 PJU Baru pada P-APBD 2024
Gatot menegaskan, masyarakat tidak perlu cemas namun tetap memantau informasi akurat dan terpercaya melalui institusi terkait yang memiliki kewenangan (BPBD dan BMKG).
“Karena pastinya akan banyak informasi ataupun kabar-kabar yang berseliweran, sesuatu dengan kejelasan kurang pasti untuk pemerintahan. Untuk menghindari hoax ataupun berita yang tidak benar, maka masyarakat harus mendengar dan mengacu pada informasi yang dikeluarkan oleh lembaga terkait yang punya kewenangan di bidang tersebut,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








