SURABAYA, Tugujatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyebut jika wilayah Jatim yang merasakan dampak terbesar dari potensi gempa megathrust adalah deretan Banyuwangi hingga Pacitan.
“Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, yang punya potensi besar adalah wilayah pesisir selatan. Mulai dari Banyuwangi hingga Pacitan. Itu karena di situ ada sesar aktif, di mana ada lempeng Indo-Australia dan Eurasia,” kata Kepala BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Gatot menjelaskan, tidak hanya di pesisir pantai selatan, di beberapa wilayah di Jawa Timur memiliki lempeng aktif yang bisa berpotensi terjadinya gempa. Seperti halnya gempa yang terjadi di Pulau Bawean Gresik beberapa bulan lalu.
Baca Juga: Jamin Kenyamanan, DLHP Tuban Usul Penambahan 2.703 PJU Baru pada P-APBD 2024
“Kita tahu bahwa di wilayah Jawa Timur ada 2.742 desa lurahan yang punya potensi ancaman tinggi bencana. Dan untuk wilayah selatan sendiri, beberapa tahun lalu BNPB bersama-sama dengan BMKG dan kami pun sudah melakukan beberapa kegiatan di antaranya ekspedisi destana (Desa Tanggung Bencana),” imbuhnya.
Untuk meminimalisasi tingginya korban jiwa dan kerusakan bangunan, BPBD Jatim dan BMKG telah memasang sirene dan EWS (Early Warning System) di sepanjang pesisir pantai selatan sebagai peringatan kepada masyarakat.
Selain itu, BPBD Jatim juga mengecek kondisi kelayakan dan kerawanan bencana alam ke setiap gedung dan perumahan untuk meminimalisasi kerusakan bangunan.
“Kami melakukan pemasangan-pemasangan heliponik sistem serta juga ada pemasangan sirene yang ditempatkan di pesisir pantai. Karena kita tahu, untuk pantai sendiri pastinya akan dikunjungi oleh berbagai macam orang, baik itu dari lokal maupun luar wilayah tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Kisah Agus Mulyadi “Pak Ikhlas”, Pemilik Pangkas Rambut di Jember Layani Pelanggan Bayar Seikhlasnya
Sebagai informasi, Gatot menjelaskan, gempa megathrust yang belakangan ramai diperbincangkan sebenarnya sudah diinformasikan sejak 2020 lalu. Dan merupakan siklus dari ratusan tahun lalu.
Gempa Megathrust sendiri tidak dapat diprediksi, namun berpotensi sehingga perlu adanya antisipasi. Karena gempa megathrust bisa menimbulkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 20 meter.
“Karena apabila itu terjadi, ada kemungkinan dampak dari bencana tersebut bisa menimbulkan lombang ataupun tsunami setinggi kurang lebih 20 meter, juga ada potensi kerusakan bangunan karena kemungkinan gempa tersebut bisa terjadi di atas 8 skalarichter,” bebernya.
Agar tidak terjadi misinformasi, BPBD Jatim mengimbau kepada masyarakat agar memantau informasi yang diberikan oleh BMKG dan BPBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








