TUBAN, Tugujatim.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban kembali bergerak maju untuk memperluas jaringan penerangan jalan umum (PJU) di wilayahnya. Dalam pengajuan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2024, DLHP Tuban mengajukan permohonan penambahan 2.703 titik PJU baru.
Usulan ini dibuat untuk menjawab kebutuhan akan penerangan di sejumlah wilayah yang saat ini masih kekurangan fasilitas.
Kepala Bidang PJU DLHP Tuban Slamet Hariyanto menjelaskan, penambahan ini sangat diperlukan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat malam hari.
“Usulan penambahan 2.703 titik PJU baru ini kami tujukan untuk daerah-daerah yang masih minim penerangan, termasuk beberapa titik strategis seperti ring road dan jalan poros desa yang menjadi akses vital bagi warga,” kata Slamet, Selasa (20/08/2024).
Baca Juga: Kisah Agus Mulyadi “Pak Ikhlas”, Pemilik Pangkas Rambut di Jember Layani Pelanggan Bayar Seikhlasnya
Slamet menekankan, penambahan PJU baru ini akan difokuskan pada area-area yang belum tersentuh oleh proyek PJU sebelumnya. Tujuannya adalah agar seluruh wilayah di Kabupaten Tuban dapat menikmati penerangan yang merata.
“Untuk PJU di jalan provinsi dan nasional, kami telah mengajukan proposal ke tingkat provinsi agar dapat segera direalisasikan,” tambahnya.
Penambahan PJU ini tidak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurangi risiko tindak kriminal di kawasan yang minim penerangan.
Dengan adanya PJU yang cukup, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman pada malam hari. Pada awal tahun ini, DLHP Tuban telah berhasil menuntaskan pemasangan 2.010 titik PJU di 20 kecamatan pada 15 Agustus 2024, sesuai target APBD 2024.
Semua titik tersebut sudah berfungsi dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Namun, Slamet mengakui bahwa masih ada beberapa area yang memerlukan tambahan penerangan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
Baca Juga: Polres Batu Bongkar Pabrik Miras Ilegal Jenis Wine, Petinggi Partai Diduga Jadi Pemiliknya?
Dalam proses pengadaan PJU ini, DLHP Tuban memutuskan untuk beralih dari PJU tenaga surya ke PJU tenaga listrik jenis LED. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan faktor biaya dan efisiensi.
“PJU tenaga surya terakhir kali digunakan pada APBD 2023, namun setelah dievaluasi, kami memutuskan beralih ke PJU tenaga listrik jenis LED karena lebih hemat biaya dan perawatannya lebih mudah,” jelas Slamet.
Secara keseluruhan, proyek pengadaan PJU yang dibiayai melalui APBD dan P-APBD 2024 ini bernilai total Rp68 miliar dengan Rp26 miliar telah terserap pada semester pertama tahun ini.
Diharapkan, dengan penambahan 2.703 titik PJU yang diajukan melalui P-APBD 2024 ini, kebutuhan penerangan di seluruh wilayah Kabupaten Tuban dapat segera terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








