BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro semakin serius memperkuat komitmennya sebagai daerah yang ramah anak. Setelah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Madya dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA), kini Bojonegoro membidik kategori Nindya untuk tahun 2025.
“Ini bukan semata soal penilaian. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen nyata kita terhadap pemenuhan hak anak,” tegas Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat membuka Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) KLA 2025, dikutip dari website resmi Pemkab Bojonegoro.
BACA JUGA: Harga Bumbu Dapur Belum ‘Kembali’ Pasca Lebaran: Bawang Merah Rp50 ribu per Kg
Wahono menuturkan, Pemkab telah menjalankan berbagai kebijakan strategis seperti penyusunan regulasi, pelibatan forum anak dalam pengambilan keputusan, hingga penguatan layanan publik yang berpihak pada kepentingan anak.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nanang A Rachman, menjelaskan bahwa KLA adalah sistem pembangunan daerah yang dirancang untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi secara menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan.
“Kepala daerah punya tanggung jawab utama. Tapi jangan lupa, gubernur juga wajib mendukung terwujudnya KLA di wilayahnya,” ujar Nanang melalui sambungan daring.
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran Pemkab Tuban Rp90 Miliar Difokuskan pada Infrastruktur dan Layanan Publik
Nanang menyebut, penilaian KLA mengacu pada 24 indikator yang dikelompokkan dalam lima klaster: hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan serta waktu luang, hingga penguatan kelembagaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PPHA) Dinas P3AK Jatim, Margaretha Sari Prananingrum, menyampaikan bahwa Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan dalam evaluasi KLA setiap tahun.
Pihaknya menyoroti tumbuhnya lembaga layanan seperti Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP), Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA), dan Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) sebagai bukti kemajuan.
“Ini cerminan bahwa kepedulian terhadap anak bukan hanya jargon, tapi sudah jadi aksi nyata,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








